Cara Membuat Bleed Pada Cover Buku

By | 3 November 2014

crop mark

Istilah bleed menjadi sering Anda dengar ketika berhubungan dengan percetakan, bleed sendiri dibutuhkan untuk mendapatkan hasil potongan buku yang sempurna sampai ujung buku. Sebenarnya saya sudah sering sekali membahas tentang bleed namun masih terlalu banyak yang bertanya pada saya, mas bleed itu apa sih? Lalu cara membuatnya bagaimana? atau sudah saya jelaskan panjang lebar melalui email atau bahkan ada yang bertemu dan diajarkan langsung pun masih juga ada yang salah.

Jadi dari pada saya mengulang-ngulang hal yang sama setiap harinya, seperti biasa lebih baik saya tulis disini siapa tahu berguna buat teman-teman yang lain atau nanti jika ada yang tanya saya tinggal memberikan link tulisan ini.

Untuk memahami dengan baik apa itu bleed, saya buatkan 5 Rangkuman singkat tentang Bleed

1. Apa itu Bleed?

Bagi yang belum tahu bleed itu apa sih? ini penjelasan versi saya sendiri ya, dari pada saya kasih penjelasan lewat wikipedia nanti malah bingung. Bleed adalah area tambahan diluar ukuran jadi sebuah halaman, bleed standartnya adalah 3 mm. Jika Anda ingin membuatnya lebih dari 3 mm atau kurang itu terserah teman-teman semua, tetapi yang jelas dari percetakan area tambahan 3 mm dirasa sudah cukup untuk sebuah bleed.

Lalu apa sih sebenarnya fungsi sebuah bleed? saya jawab apa yah? jadi begini setiap manusia tidaklah ada yang sempurna, dalam sebuah pekerjaan finishing dalam hal ini proses pemotongan, mungkin akan selalu ada unforced error oleh si tukang potong tersebut. Dalam hal ini pihak percetakan mengantisipasi sampai dengan 3mm. Jadi jika ada kesalahan potong antara 1-3 mm buku Anda masih aman karena adanya halaman tambahan bleed ini, biasanya jika sudah lebih dari 3 mm percetakan akan mengulangnya karena itu bukan lagi unforced error tapi benar-benar error. Lihat contoh bleed pada gambar dibawah yah (area kotek merah).

Dari gambar diatas, saya hanya ingin menambahkan sedikit penjelasan. bahwa area yang dilebarkan pada halaman bleed adalah backgroundnya saja, untuk tulisan dan gambar inti tidak perlu ikut diperlebar. Jauhkan tulisan minimal 5 mm dari area potong. Satu lagi catatan crop mark harus tetap di ukuran potong bukan setelah bleed.

Misalnya seperti ini jika ukuran buku Anda 13 x 19 cm maka garis potong Anda harus pas di ukuran 13 x 19 cm namun area Anda akan menjadi 13.6 x 19.6 cm karena ditambah bleed. Lihat contoh

 

2. Perbedaan isi buku dengan bleed dan tanpa bleed.

 DENGAN BLEED

Perbedaan terdapat pada area diluar paskris yang disebut bleed.

 

3. Hasil akhir buku jika design menggunakan bleed dan tidak menggunakan bleed.

 

Hasil terpotong sempurna hingga ujung buku

 

Hasil menyisahkan pinggiran putih sisa kertas

 

4. Cara Membuat Bleed

Baiklah langsung saja berikut ulasan lebih detail cara membuat bleed pada cover, tutorial kali ini saya menggunakan Adobe InDesign CS 4.0

  1. Buka Adobe InDesign CS 4.0
  2. Pilih File >> New >> Document
  3. Buat Ukuran Cover misal ukuran buku 13 x 19 cm dengan tebal punggung 1,5 cm
    Width : 275 mm (13 + 13 + 1,5 = 27,5 cm)
    Height : 190 mm
    Column: Number : 2
    Gutter : 15 mm (tebal punggung buku) Pilih more option
    bleed : 3 mm
    Slug : 0 mmNew Page Indesign4. Setelah halaman selesai dibuat, tinggal masukan cover Anda yang telah didesain jika menggunakan software lain. Jika menggunakan InDesign dari awal pembuatan cover Anda tinggal mendesainnya dengan mengikuti aturan-aturan seperti diatas.
    5. Halaman bleed akan otomatis keluar pada area yang ditandai garis merah.

5. Bleed hanya dibutuhkan untuk file gambar.

Halaman putih tidak membutuhkan bleed, sebagai catatan penting halaman bleed hanya di butuhkan untuk file yang membutuhkan gambar terpotong sempurna sampai pinggir buku. Bleed diperlukan agar tidak ada area putih kertas pada pinggri buku.

Sebenarnya cuma singkat dan simple yah membuat bleed itu. Karena singkat dan simple jadi jangan sampai salah lagi, biar hasil buku Anda bisa mendapatkan hasil yang sempurna atau paling tidak buku Anda tidak nunggu lama di percetakan karena biasanya percetakan mendahulukan file yang sudah siap cetak saja.

Jika masih ada yang kurang jelas silakan berkomentar pada kolom dibawah ini, atau bisa menghubungi kami via email untuk respon lebih cepat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.