Blog

  • Membuat Barcode ISBN

    Membuat Barcode ISBN

    membuat barcode

    Repottttt membuat Barcode ISBN, tidak bisa design gimana harus membuat barcode ISBN, Tunggu kiriman ISBN dari lembaga ISBN bisa sampai 5 hari kerja????

    Kini membuat Barcode ISBN sangatlah mudah tanpa perlu keahlian dan harus berlama-lama, bagaimana caranya? Barcode ISBN Online, dengan software generator online untuk membuat barcode ISBN. Anda tidak perlu lagi harus memiliki ketrampilan desain grafis untuk membuatnya. cukup mudah dan ikuti langkah2 berikut :

    1. Kunjungi situs www.online-barcode-generator.net/

    2. PILIH CODE ISBN

    3. Masukkan Nomor ISBN tanpa tanda (-)

    Nomor ISBN yang kita terima biasanya sudah ada tanpa pemisah seperti ini 978-602-6850-56-0 sebelum Anda copy paste ke barcode generator online harus dihilangkan terlebih dahulu menjadi seperti ini 9786026850560 (ada 13 digit)

    Lalu klik create

    4. Barcode Selesai dan Pilih Format yang diinginkan

    Barcode ISBN sudah tersedia, Anda tinggal klik dari 4 pilihan yang telah disediakan untuk Anda download, tersedia dalam 4 format yaitu EPS, PND, PDF dan SVG. Mudah bukan tidak perlu waktu sampai 1 menit barcode ISBN Anda sudah tersedia.

    Dari sekian software generator barcode yang ada, menurut penilain kami dari team print on demand situs ini yang paling bagus dan tidak bertele-tele serta gratis pula. Selain untuk ISBN situs ini juga menyediakan untuk generete berbagai tipe barcode, untuk lebih jelasnya silakan langsung mencoba saja.

    Selain situs ini masih banyak lagi situs generator online yang bisa Anda coba, silakan googling di google dengan mengetikan “Membuat Barcode ISBN”

  • Cara Mendapatkan ISBN

    Cara Mendapatkan ISBN

    barcode

    CARA MENDAPATKAN ISBN

    Sebuah buku sebelum dipasarkan umumnya harus memiliki nomer identitas atau yang sering disebut ISBN. Cara mendapatkan ISBN sendiri di Indonesia biayanya adalah gratis. Sekali lagi saya sebutkan gratis, namun agar bisa mendapatkan ISBN Anda harus mendaftarkan diri dulu sebagai Anggota. Dan syarat menjadi Anggota bisa dilihat pada penjabaran dibawah. Bisa saya jelaskan secara singkat Anggota minimal Anda harus memiliki badan hukum CV atau PT penerbitan.

    Lalu mengapa mengurus ISBN biasanya berbayar?
    Mungkin karena penerbit harus mengeluarkan uang untuk biaya print, biaya kelengkapan dokumen dan biaya lain karena harus mengurus dokumen Anda. Bisa dibilang itu adalah biaya jasanya.

    Penjelasan International Standard Book Number (ISBN) sesuai dari website www.pnri.go.id adalah sistem penomoran internasional untuk buku yang dimaksudkan memudahkan pendistribusian dan pencirian buku secara internasional menggunakan sistem komputer.  Awalnya ISBN menggunakan 10 digit untuk memberi identitas pada sebuah buku dengan identitas negara, identitas penerbit, dan nomor urut buku terbit. Perkembangan selanjutnya ISBN pun menggunakan 13 digit dan juga dilengkapi dengan barkod.

    Badan resmi di Indonesia yang mengeluarkan ISBN adalah Perpustakaan Nasional Republik Indonesia.  Pengurusan ISBN biasanya disatukan dengan pengurusan katalog dalam terbitan (KDT). Fungsi KDT adalah untuk memudahkan pengklasifikasian buku di perpustakaan maupun toko buku berdasarkan bidangnya. Pengurusan ISBN kini tidak dibebankan biaya apa pun.

    Berikut Cara Mendapatkan ISBN sesuai dengan persyaratan pengurusan ISBN yang ada dalam situs www.pnri.go.id adalah sebagai berikut.

    UPDATE TERBARU :

    1. Permohonan ISBN sekarang harus via online, permohonan ISBN onsite hanya untuk penerbit lama yang sampai sekarang belum menggunakan sistem online.
    2. Permohonan ISBN via email juga diperuntukan untuk penerbit lama yang sudah berlangganan via email sejak dulu dan sampai sekarang belum menggunakan sistem online.
    3. Penerbit baru yang ingin menjadi anggota harus memiliki Akta Notaris dan SIUP berbadan hukum untuk bisa menjadi Anggota dalam hal ini penerbit self-publishing yang tidak memiliki ijin otomatis tidak bisa lagi mengurus ISBN kecuali penerbit lama yang sudah terdaftar sebelum sistem baru ini dibuat.
    4. Penerbit hanya bisa menerbitkan ISBN dengan atas nama penerbitnya sendiri.

     

    PERSYARATAN PENGURUSAN ISBN

    A. Anggota Baru

    1. Mengisi formulir surat pernyataan disertai dengan stempel penerbit dengan menunjukkan bukti legalitas penerbit atau lembaga yang bertanggung jawab (akta notaris);
    2. Membuat surat permohonan atas nama penerbit (berstempel) untuk buku yang akan diterbitkan.
    3. Mengirimkan fotokopi :
      a. Halaman judul
      b. Balik halaman judul (halaman copyright)
      c. Daftar isi
      d. Kata pengantar

    B. Anggota Lama :
    Hanya butir 2 dan 3 saja yang perlu dikirimkan kepada Tim ISBN/KDT.
    Setelah buku diterbitkan, dimohon kesediaan penerbit untuk mengirimkan 2 (dua) eksemplar dari hasil terbitan tersebut.

    Perhatikan persyaratan pada Butir A.1 bahwa penerbit  atau lembaga yang menerbitkan buku diwajibkan untuk memiliki legalitas badan usaha atau badan hukum dengan bukti fotokopi akta notaries. Dalam hal ini tentu penerbit-penerbit swakelola (self-publisher) yang tidak berbadan usaha atau berbadan hukum kini tidak dapat mengurus ISBN.

    Hal lain yang perlu dipersiapkan dalam mengurus ISBN

    1. Copy halaman prelims buku, yaitu halaman judul penuh, halaman hak cipta, halaman daftar isi, dan halaman  kata pengantar berikut halaman prakata. Kepentingan halaman ini untuk menyusun katalog dalam terbitan (KDT) yang terkadang juga memerlukan informasi spesifikasi buku, yaitu ukuran buku dan tebal buku.
    2. Penerbit juga perlu menginformasikan jumlah terbitan tiap tahunnya sehingga Perpusnas RI dapat mempertimbangkan pemberian nomor ISBN yang panjang dalam urutan produksi buku.
    3. Menyertakan surat pernyataan penanggung jawab penerbitan dilengkapi dengan tanda tangan dan stempel

    ———————————————————

    S U R A T P E R N Y A T A A N

    Dengan surat pernyataan ini kami :

    Penerbit : …………………………………………………….

    Alamat : ……………………………………………………….

    Telp/Fax : …………………………………………………….

    E-Mail : ………………………………………………………..

    Nama Penanggung Jawab : ………………………………

    Rata-rata terbitan tiap tahun : ………………………….

    Judul : …………………………………………………………..

    Menyatakan bersedia ikut mengambil bagian dalam system ISBN dan KDT (Katalog Dalam Terbitan) .
    Demikian agar badan yang bertanggung jawab menangani masalah ini menjadi maklum.

    Surat pernyataan ini kami sampaikan kepada Tim ISBN/KDT PERPUSTAKAAN NASIONAL RI. Jl.Salemba Raya No. 28 A, Kotak Pos 3624 Jakarta 10002, sebagai tindak lanjut dari pertemuan ilmiahISBN.

    Jakarta, 14 Februari 2014

    Pimpinan penerbit

     

    Ari Bowo

    ———————————————————

    Untuk info lengkap Anda bisa melihat langsung di situs www.pnri.go.id atau jika Anda tidak memiliki penerbit dan merasa tidak ingin ribet dengan proses pengurusan ISBN Anda bisa menggunakan jasa pengurusan ISBN atau memilih terbit lewat print on demand.

     

    Memastikan ISBN Anda Asli atau Palsu?

    Kini Setiap orang bisa langsung mengecek sendiri nomor ISBN mereka, dengan informasi ini sekaligus Anda bisa cek ISBN asli atau palsu, caranya :

    1. Kunjungi situs http://isbn.perpusnas.go.id/

    2. Cari Buku Berdasarkan Judul buku, Pengarang, Penerbit, ISBN

    3. Hasil  Pencarian

    Sistem cari sendiri terkadang tidak begitu akurat, jadi jangan panik atau langsung curiga bahwa ISBN Anda palsu jika tidak ditemukan dalam pencarian ini, langkah pertama jika buku Anda tidak lakukan langkah-langkah berikut :

    a. Cari terlebih dahulu dengan opsi yang disediakan pertama dari judul, nama pengarang, nama penerbit dan nomor ISBN
    b. Hubungi penerbit yang menerbitkan ISBN Anda, jika penerbit tidak menunjukan niat baik, coba langkah terakhir
    c. Menelpon ke perpustakaan nasional langsung.

     

  • Standar Ukuran Buku

    Standar Ukuran Buku

    Pendahuluan

    Jika berbicara standar ukuran buku, semua standar dalam website ini adalah standar dari print on demand ya, tentunya standar ini kami buat berdasarkan pengalaman kami berkecimpung dalam dunia percetakan dan berdasarkan kebanyakan permintaan dari pelanggan kami. Kebanyakan buku yang dibuat adalah buku cerita dari fiksi sampai non fiksi baru kedua buku pelajaran dan sampai dengan ukuran besar biasanya adalah buku-buku portofolio bergambar.

    1. Standar Ukuran Buku Berdasarkan ISO (Seri A)

    Standar internasional ISO 216 menggunakan seri A yang sering diterapkan dalam percetakan buku. Berikut ukuran yang umum dipakai:

    Ukuran Dimensi (cm) Penggunaan Umum
    A4 21 × 29,7 Buku teks, laporan, majalah
    A5 14,8 × 21 Novel, buku saku, jurnal
    A6 10,5 × 14,8 Buku catatan kecil, pocket book

    Ukuran ini memudahkan proses cetak karena efisien dalam penggunaan kertas besar (lembar plano).


    2. Ukuran Buku Populer di Pasaran

    Selain ukuran ISO, ada beberapa ukuran populer yang sering digunakan penerbit untuk berbagai jenis buku:

    Ukuran Buku Dimensi (cm) Jenis Buku
    Novel Kecil 13 × 19 Novel, buku fiksi
    Standar Buku 14 × 21 Buku umum, nonfiksi
    Buku Premium 15 × 23 Buku ilmiah, referensi
    Buku Besar 17 × 24 Buku pelajaran, katalog

    3. Faktor yang Mempengaruhi Pemilihan Ukuran Buku

    Pemilihan ukuran buku tidak hanya soal estetika, tetapi juga:

    • Jenis Konten: Buku ilustrasi atau foto memerlukan ukuran besar agar gambar terlihat jelas.

    • Kenyamanan Membaca: Buku novel biasanya lebih kecil agar nyaman dipegang.

    • Biaya Produksi: Ukuran besar biasanya membutuhkan lebih banyak kertas dan biaya cetak.


    4. Tips Memilih Ukuran Buku

    • Untuk novel → gunakan 13 × 19 cm atau A5 (14,8 × 21 cm) agar mudah dibawa.

    • Untuk buku pelajaran → gunakan B5 (17,6 × 25 cm) untuk ruang teks yang cukup.

    • Untuk buku bergambar → gunakan ukuran besar seperti A4 agar ilustrasi terlihat detail.


    5. Ukuran Buku Besar

    Ukuran buku yang tidak biasa ada juga dimana ukuran itu biasanya lebih besar daripada A5. Yaitu ada di B5 dan A4 bahkan sampai A3.

    • Ukuran 17,6 x 25 [B5]
    • Ukuran 21 x 29,7 [A4]
    • Ukuran 29,7 x 420 [A3]

    6. Tips

    • Harga buku standar ada di ukuran A5
    • Ukuran B5/A4 biasanya harga 2x lipat A5
    • Ukuran A6 biasanya 1/2 dari A5 (lebih murah

    7. Kesimpulan

    Standar ukuran buku sangat beragam, namun yang paling populer adalah A5 untuk buku bacaan, B5 untuk buku pelajaran, dan A4 untuk laporan atau buku referensi. Pemilihan ukuran harus disesuaikan dengan isi buku, target pembaca, dan biaya produksi.

  • Standar Kertas Isi Buku

    Standar Kertas Isi Buku

    Pendahuluan

    Kali ini kita akan membicarakan kertas yang sering digunakan untuk isi sebuah buku. Berbicara sebuah kertas kita tidak akan menemukan 1 atau 2 nama saja, karena macam kertas banyak sekali kalau tidak percaya silakan Anda datang ke toko kertas.

    Saya akan selalu bilang saya hanya akan membahas standar kertas yang biasa atau sering digunakan dalam membuat sebuah buku. Jika Anda punya permintaan khusus silakan Anda bahwa langsung contoh kertas tersebut ke percetakan dimana Anda akan mencetak buku, atau jika Anda tidak punya contoh pastikan Anda tahu namanya dengan terlebih dahulu mengunjungi toko kertas untuk memastikannya.

    Permintaan kertas dengan spesifikasi khusus, menurut pengalaman saya jangan mengharap Anda bisa mencetak dengan 1 atu 2 buku saja karena kemungkinan besar Anda tidak akan dilayani oleh kebanyakan percetakan di Indonesia.

    Jenis-Jenis Kertas Untuk Isi Buku

    Dalam artikel ini saya hanya kaan membahas empat saja jenis kertas yang paling banyak digunakan dalam mencetak buku, ya memang kebanyakan hanya empat kertas ini yang digunakan, lebih detailnya sebagai berikut:

    1. HVS

    Gramasi atau ketebalan dimulai (70 gsm, 80 gsm, 100 gsm)

    Jenis kertas ini tentu sering Anda temui dimana-mana, karena banyak sekali dipergunakan kadang untuk print pribadi dirumah atau di fotocopy pinggir jalan. Kertas ini berwarna putih dengan ketebalan yang bervariasi mulai dari 70-100 gsm. Bahkan beberapa fotocopy ada yang menggunakan ketebalan 60 gsm, tentu disini kecermatan Anda sangat dibutuhkan karena harganya tentu akan berbeda.

    Standar untuk isi buku Anda cukup menggunakan HVS 70 gsm, karena jika terlalu tebal, untuk buku dengan lebih dari 200 halaman akan terasa tebal sekali dan berat. Tentunya membuat buku Anda tidak efisien.

    Koreksi : Banyak sekali yang datang ke percetakan saya, menyebut kertas ini dengan kertas A4 warna putih. Saya koreksi disini bahwa Letter (21,5 x 27,9 cm) A4 (21,5 x 29,7 cm) dan Folio (21,5 x 33 cm) adalah sebuah ukuran kertas bukan nama sebuah kertas. Jadi setelah membaca tulisan ini jangan pernah lagi menyebut nama kertas dengan A4 ya. Be smart reader

    2. Bookpaper

    Gramasi atau ketebalan dimulai (55 gsm, 57,5 gsm, 70 gsm, 90 gsm)

    Masih banyak sekali orang yang awam dengan jenis kertas ini, ya tapi mereka sebenarnya tahu karena kertas ini sering dipake untuk buku-buku novel dan buku-buku cerita lain banyak sekali Anda lihat di toko buku gramedia atau gunung Agung. Kertas berwarna agak cream atau kecoklat-coklatan ini disebut Bookpaper dengan ketebalan standar yang banyak digunakan adalah 55 gsm atau 57.5 gsm. Kertas ini juga sering disebut kertas storenso. Untuk lebih jelas tentang kertas ini silakan lihat perbedaan gambar dibawah ini, sebelah kiri berwarna putih adalah HVS sedangkan disebelah kanannya yang dimaksud bookpaper

    HVS-Vs-Bookpaper

    3. Art Paper

    Gramasi atau keebalan dimulai (100 gsm, 120 gsm, 150 gsm)

    Art Paper adalah kertas berwarna putih mengkilap dengan ketebalan antara 100-180 gsm. namun untuk isi biasanya standar maksimal adalah 150 gsm karena buku akan terasa tebal sekali jika menggunakan ketebalan diatas itu. Biasanya Art paper digunakan untuk buku-buku dengan isi yang dicetak berwarna seperti majalah, portofolio, company profile dll.

    4. Matte Paper

    Ketebalana atu gramasi dimulai (100 gsm, 120 gsm, 150 gsm)

    Matte Paper tidak berbeda jauh dengan Artpaper, kertas ini adalah versi redupnya dari Artpaper, dengan ketebalan sama seperti Artpaper namun matte paper tidak begitu mengkilap. Kenapa saya bilang tidak begitu mengkilap, mungkin Anda harus membandingkannya dulu baru akan percaya, kedua jenis kertas ini tidak begitu berbeda bahkan kadang pegawai toko kertas pun kesulitan membedakannya. Contoh kertas Art paper bisa dilihat pada gambar awal diatas.

    Dan kabar buruknya, ketika Anda memutuskan untuk mencetak buku Anda dengan teknologi digital printing, memilih kertas Art paper atau Matte paper tidak akan begitu berpengaruh karena kebanyakan tinta teknologi digital printing ada lapisan yang membuat cetakan terlihat mengkilap. Jadi bahan kertas tadi otomatis akan terlihat mengkilap, tidak percaya Anda bisa mulai mencobanya.

    Mungkin cuma 4 jenis kertas diatas saja yang sering digunakan untuk isi sebuah buku, yaitu HVS, Bookpaper, Art paper dan Mattepaper. Jika teman-teman punya info tambahan silakan berkomentar pada form dibawah ini, mungkin bisa sambil diskusi untuk kemajuan cetak buku di Indonesia.

    Tearkhir adalah kertas tambahan yaitu fancy paper, jenis dan merknya sendiri sangat banyak sekali ya:

    5. FANCY PAPER

    Kertas import dengan berbagai pilihan, namun biasanya digolongkan menjadi 2 macam UNCOATED dan COATED,

    Uncoated sendiri untuk kertas-kertas yang bahannya menyerap tinta tidak mengkilap (masuk dalam kategori HVS dan Bookpaper).

    Coated memiliki bahan dasar halus dan mengkilap hampir sejenis artpaper dan matte paper.

    Pilihan untuk Fancy paper sendiri sangat beragam dan banyak sekali pilihannya namun harga cenderung mahal karena di import dari berbagai negara.

    Kertas fancy mahal, membuat harga buku juga jadi mahal karena bayangkan perlembar planonya saja bisa sampai 15.000. Namun fancy paper bisa dijadikan alternatif jika ingin buku dengan kualitas tinggi dan berbeda daripada yang lain.

    Jika Anda menemukan buku dengan bahan yang unik dan jarang ditemukan, ada kemungkinan bahwa buku itu menggunakan kertas fancy, dengan merk yang bermacam-macam jadi Anda harus tahu dulu merknya jika ingin membuat buku yang sama persis dengan contohnya.

    Rangkuman Artikel


    1. Standar Ukuran Kertas isi buku

    Umumnya menggunakan ukuran seri A atau ukuran buku yang sudah populer:

    • A5 (14,8 × 21 cm) → untuk novel, buku saku

    • B5 (17,6 × 25 cm) → untuk buku pelajaran, buku referensi

    • A4 (21 × 29,7 cm) → untuk buku teks, majalah

    • Ukuran khusus populer:

      • 13 × 19 cm (novel)

      • 14 × 21 cm (buku umum)

      • 15 × 23 cm (buku premium)


    2. Jenis & Gramasi Kertas

    Untuk isi buku, jenis dan ketebalan kertas yang sering digunakan adalah:

    Jenis Kertas Gramasi Umum Karakteristik & Kegunaan
    HVS 70 – 100 gsm Putih bersih, umum untuk buku teks, modul, skripsi
    Book Paper 55 – 70 gsm Lebih tipis, agak krem, nyaman untuk mata, cocok untuk novel & buku bacaan tebal
    Art Paper 100 – 150 gsm Halus, untuk buku full color / majalah
    Matt Paper 100 – 150 gsm Doff, tidak mengkilap, untuk buku ilustrasi
    Ivory / BW 120 – 150 gsm Jarang untuk isi, lebih ke cover

    👉 Novel & buku bacaan tebal → biasanya Book Paper 55 gsm (krem, ringan)
    👉 Buku teks atau akademikHVS 70–80 gsm
    👉 Majalah / buku bergambarArt Paper 100–150 gsm (glossy)


    3. Warna Kertas

    • Putih → untuk buku akademik, modul

    • Krem / Off-white → untuk novel, agar mata tidak cepat lelah

    • Glossy → untuk buku foto atau majalah full color


    Tips memilih:

    • Jika buku >300 halaman, pilih gramasi ringan (Book Paper 55–60 gsm) agar tidak terlalu tebal dan berat.

    • Jika banyak ilustrasi warna, pilih Art Paper minimal 100 gsm agar warna tajam.

  • Standar Layout Isi Buku

    Standar Layout Isi Buku

    facebooktwitter

    Berbicara tantang layout sebuah buku, mungkin tidak begitu banyak standarnya. Yang perlu dipastikan adalah pertama Anda tentukan ukuran buku yang ingin Anda gunakan (baca standar ukuran buku), untuk sebuah layout buku tidak perlu ditambahkan bleed 3 mm, kecuali buku Anda adalah buku komik atau buku dengan gambar penuh (baca Layout Isi Buku Bergambar). Dan berikut Standar Layout Isi Buku yang bisa Anda perhatikan.

    1. Software Yang Digunakan

    Software yang bisa digunakan untuk layout isi buku adalah Adobe InDesign, Page Maker dan Quark Express. Software-software yang kami sebutkan adalah kebanyakan software yang digunakan percetakan untuk membuat layout buku-buku best seller penerbit mayor. Muncul pertanyaan bagaimana jika buku saya cukup di layout dengan Microsoft Word? Kabar buruknya jika buku Anda ingin dicetak masal atau mungkin diterima sebuah penerbit mayor, buku Anda akan dilayout ulang atau buku Anda dianggap belum memiliki sebuah layout dan penerbit tersebut masih harus mengeluarkan biaya lagi untuk membayar biaya layout pada percetakan.

    2. Gunakan Font Standar atau Umum.
    Jika Anda berencana mendesain sendiri layout buku Anda, pastikan untuk memilih font dari standar daftar font berikut. Manfaat menggunakan font yang sudah standar adalah buku akan enak dibaca dan tidak membuat mata lelah atau tidak membuat tampilan isi buku Anda terasa aneh. Selain itu jika Anda menggunakan font yang tidak ada dalam daftar ini, kemungkinan terjadi missing font denga pihak percetakan akan sangat besar. Hal ini dapat mempengaruhi format Anda.

    • Arial
    • Book Antiqua
    • Bookman Old Style
    • Century
    • kurir
    • Garamond
    • Palatino
    • Tahoma
    • Times New Roman
    • Verdana
    • simbol

    3. Ukuran Font.

    Ukuran font untuk isi buku berbeda-beda tergantung dari ukuran bukunya. Mungkin untuk makalah dengan ukuran A4 kita sudah tahu bahwa ukuran standar adalah 12 point. Namun Jika Anda membuat buku lebih kecil katakanlah untuk buku A5 seperti novel atau buku Non Fiksi lain yang dijual di toko buku Gramedia, tentu jika kita menggunakan font 12 point sangat tidak tepat. Biasanya font yang digunakan adalah antara 9-10 point.

    Cara paling gampang untuk mengetahui ukuran font Anda tepat atau tidak adalah, print pada ukuran asli. Kebanyakan dari kita biasanya melakukan print masih dengan ukuran A4 jadi akan terlihat pas tetapi waktu menjadi sebuah buku terlihat terlalu besar.

    4. Halaman Mirror Margin.

    Sebuah buku pasti memiliki halaman, hal yang sering menjadi kesalahan jika Anda melayout buku Anda sendiri adalah posisi penomoran halaman. Mungkin jika Anda masih belum mengerti untuk lebih aman Anda bisa menempatkan posisi penomoran halaman berada ditengah buku baik itu di sisi atas maupun sisi bawah, tergantung dari tingkat kreatifitas Anda.

    Jika Anda memutuskan untuk meletakkan penomoran halaman pada sisi buku, perhatikan letak penempatannya yaitu.

    • Buku bernomor ganjil berda di sebelah kanan.
    • Buku bernomor genap berada disebelah kiri.

    5. Margin Standar Buku.

    Dalam melayout sebuah buku, pasti Anda akan berhubungan dengan margin. Margin bisa diartikan  jarak tulisan dengan ukuran jadi sebuah buku. Standarnya adalah ukuran kiri, kanan dan atas sama sekitar atandart minimal 1 cm dan bagian bawah lebih lebar karena ada nomer halaman dan caption judul.

    Berikut beberapa contoh layout Buku yang mungkin bisa menambah kreatifitas Layout Anda:

    layout buku 1 layout buku 2 layout buku 3 layout buku 4 layout buku 5 layout buku 6 layout buku 7 layout buku 8 layout buku 9

    Butuh Jasa Layout Buku Profesional, Silakan Hubungi Kami lengkap sampai pengurusan ISBN dan proses pencetakan buku serta proses distribusi buku

    RAFIKATAMA Group
    Kebayoran Lama, Jakarta Selatan
    (021) 5369 0884
    M : 085 888 175 200
    Email : cs@rafikatama.com

    Klient Kami

    1. Pemprov Bengkulu
    2. Hari Pers Nasional
    3. Dewan Pers
    4. Elek Media Komputindo
    5. M&C
    6. Grasindo
    7. TEMPO Group
    8. Budi Pradono Arc
    9. Cyrus Network
    10. Dinas Perhubungan
    11. Save Street Child
    12. Dapur Buku
    13. Star Publishing
    14. Deka Publishing
    15. Spirego International

     

  • Standar Cover Buku

    Standar Cover Buku

    Cover menentukan penilain tentang buku Anda. Bicara soal Cover Buku, ada pepatah andalan yang mengatakan, “Don’t judge the book by its cover.” Ini sebenarnya tidak dimaksudkan untuk buku, tapi mengarah pada sikap mental untuk tidak menilai orang dari penampilannya. Tetapi tidak bisa dipungkiri bahwa masih banyak sekali orang yang membeli buku karena tertarik dengan tampilan Cover Bukunya. Oleh karena itu Cover Buku atau sampul buku, menjadi andalan utama penulis atau penerbit dalam mempertaruhkan laku tidaknya sebuah buku.

    cover

    Sebuah buku dikatakan memiliki cover apabila memenuhi beberapa kriteria satandar yaitu ada:

    1. Halaman Depan Cover (Gambar, Judul Buku, Penulis, Nama Penerbit, Testimoni dan beberapa ulasan singkat yang menambah nilai jual buku)

    2. Punggung Cover (Judul Buku, Penulis, Logo penerbit)

    3. Halaman Belakang Cover (Sinopsis, Barcode ISBN, Kontak penulis dan atau kontak penerbit serta beberapa informasi tambahan yang menarik untuk menambah nilai jual buku)

    Untitled-1
    Contoh cover diambil dari buku Sekuler Loe Gue End milik penerbit dapur buku

    Contoh cover buku diatas menggambarkan standar Cover Buku yang harus Anda pahami. Selain memiliki halaman depan, punggung buku (tidak perlu jika menggunakan Jilid Kawat) dan halaman belakang. Cover buku harus memenuhi beberapa standar yaitu memiliki bleed dan ukuran punggung yang sesuai dengan isi buku.

    Tentang bleed sendiri adalah kelebihan desian cover 3 mm dari garis potong, untuk menghindari apabila tukang potong salah memotong sehingga Cover Buku Anda tidak menjadi putih di bagian pinggirnya. Sedangkan punggung buku agar ketebalan sesuai Anda bisa mencoba mengukur punggung buku lain yang Anda punya dengan menggunakan penggaris dan sesuaikan jumlah halaman dengan buku Anda yang ingin dibuatkan punggunya.

    Cover Buku sendiri memiliki tema yang sangat bermacam-macam, tentu tergantung dari isi bukunya. Tapi tahukah Anda bahwa cover Buku yang bagus adalah Cover Buku yang bisa menggambarkan keseluruhan dari isi buku tersebut.

    Dan berikut beberapa contoh cover buku yang sangat menarik untuk disimak.

    1. Cover Tema White

    Cover Buku 1

    2. Cover Tema Pond (Potong)

    Cover Buku 2

    3. Cover Tema Bentuk

    cover buku 3

    4. Cover Tema Collorfull

    cover buku collorfull

    Anda memerlukan jasa desain cover buku seperti diatas, hubungi kami segera. Harga mulai Rp 550,000 – Rp 350,000

    Contoh desain cover silakan kunjungi www.bukuqu.com lihat buku-buku dengan label print on demand untuk buku-buku dari Print on demand.

    Hubungi Print On Demand
    email : cs@rafikatama.com
    Telp : 021-5369-0884
    SMS : 085 888 175 200

  • Software Desain Cover

    Software Desain Cover

    corel photoshop

    Banyak sekali software yang bisa digunakan dalam mendesain cover. Ada Adobe collection mulai dari adobe photoshop, adobe ilustrator, adobe indesign, corel draw dan free hand atau mungkin Anda terbiasa menggunakan software lain tentu tidak masalah, ulasan diatas akan kami bahas satu-satu pada penjelasan dibawah.

    Apapun software desain cover yang Anda gunakan tidaklah menjadi masalah dalam membuat cover. Yang terpenting adalah resolusinya, untuk mendapatkan kualitas cetak cover terbaik buatlah cover dengan resolusi 300 dpi lebih baik save dengan format psd tanpa layer. alternatif lain adalah format JPG atau PNG namun sangat disarankan adalah psd.

    Sangat tidak disarankan Anda menyerahkan file cover kepada percetakan masih dalam format Corel Draw atau Ilustrator maupun InDesign. Kesalahan yang sering terjadi untuk file dengan corel draw kemungkinan font atau logo Anda tidak terconvert sehingga hasilnya bisa berbeda ketika dibuka pada komputer percetakan. Sedangkan file dengan format Ilustrator maupun InDesign sering kali versi yang Anda gunakan lebih besar dari versi yang digunakan percetakan maupun sebaliknya, hal yang sering tejadi karena percetakan harus membeli software desain itu secara original jadi mereka tidak akan update setiap kali versi terbaru keluar sampai versi tersebut benar-benar dibutuhkan.

    INFO PENTING

    Resolusi Standar Cover 300 dpi
    Format disarankan psd, JPG
    Tambahkan Bleed 3 mm (atas, kiri, kanan, bawah cover)
    Buatkan Paskriss (garis potong)
    Software digunakan : Adobe Photoshpo, Ilustrator, InDesign, Corel Draw, FreeHand

    Hal terpenting ketika Anda menggunakan software desain Cover jangan lupa untuk menambahkan bleed (3 mm sisi atas, bawah, kanan, kiri) pada cover Anda untuk mendapatkan hasil cover terbaik pada buku Anda.

    Dan berikut ulasan lengkap tentang Software Desain Cover, tutorial lengkap, free trial dan cara menggunakan software desain cover Adobe Photoshop, Adobe Ilustrator, Addobe Indesign, Corel Draw dan Free Hand

    1. Adobe Photoshop, atau biasa disebut Photoshop, adalah perangkat lunak editor citra buatan Adobe Systems yang dikhususkan untuk pengeditan foto/gambar dan pembuatan efek. Perangkat lunak ini banyak digunakan oleh fotografer digital dan perusahaan iklan sehingga dianggap sebagai pemimpin pasar (market leader) untuk perangkat lunak pengolah gambar/foto, dan, bersama Adobe Acrobat, dianggap sebagai produk terbaik yang pernah diproduksi oleh Adobe Systems. Versi kedelapan aplikasi ini disebut dengan nama Photoshop CS (Creative Suite), versi sembilan disebut Adobe Photoshop CS2, versi sepuluh disebut Adobe Photoshop CS3 , versi kesebelas adalah Adobe Photoshop CS4 , versi keduabelas adalah Adobe Photoshop CS5 , dan versi yang terakhir (ketigabelas) adalah Adobe Photoshop CS6.

    Photoshop tersedia untuk Microsoft Windows, Mac OS X, dan Mac OS; versi 9 ke atas juga dapat digunakan oleh sistem operasi lain seperti Linux dengan bantuan perangkat lunak tertentu seperti CrossOver.

    Untuk mencoba versi trial software ini Anda bisa mengunjungi situs https://creative.adobe.com/products/download/photoshop silakan ikuti petunjuknya untuk mencoba gratis Adobe Photoshop. Sedangkan jika Anda ingin membeli softwarenya langsung silakan membeli secara online atau melalui toko-toko penjual software yang terdekat dengan lokasi Anda.

    2. Adobe Ilustrator adalah program editor grafis vektor terkemuka, dikembangkan dan dipasarkan oleh Adobe Systems. Illustrator CS6 merupakan versi terkini program ini, generasi keenam belas untuk produk Illustrator. Adobe Illustrator Kompatibilitas dengan Inkscape: format asli Inkscape adalah SVG , yang didukung oleh AI, tetapi dua implementasi tidak 100% kompatibel. Inkscape juga ekspor ke PS , EPS dan PDF, format yang dapat mengenali Illustrator

    Untuk bisa menggunakan software ini Anda bisa mengunjungi situs https://www.adobe.com/support/downloads/product.jsp?platform=Windows&product=27 silakan ikuti petunjuknya untuk mencoba gratis Adobe Ilustrator.

    3. Adobe In Design adalah perangkat lunak desktop publishing (DTP) yang diproduksi oleh Adobe Systems yang dapat digunakan untuk membuat poster, brosur, bahkan majalah atau buku.

    Desainer dan artis merupakan salah satu pengguna utama program ini. InDesign merupakan kompetitor langsung QuarkXPress. Banyak perusahaan percetakan di Indonesia yang menggunakan software ini untuk membuat buku atau majalah. Juga digunakan untuk perusahaan percetakan koran.

    4. CorelDraw adalah editor grafik vektor yang dikembangkan oleh Corel, sebuah perusahaan perangkat lunak yang bermarkas di Ottawa, Kanada. Versi terbarunya, CorelDRAW X5 dirilis pada tanggal 23 Februari 2008. CorelDRAW pada awalnya dikembangkan untuk sistem operasi Windows 2000 dan seterusnya. Versi CorelDRAW untuk Linux dan Mac OS pernah dikembangkan, namun dihentikan karena tingkat penjualannya rendah.

    Versi CorelDRAW X5 memiliki tampilan baru serta beberapa aplikasi baru yang tidak ada pada CorelDRAW versi sebelumnya. Beberapa aplikasi terbaru yang ada, di antaranya Quick Start, Table, Smart Drawing Tool, Save as Template, dan lain sebagainya.

    5. Macromedia FreeHand adalah aplikasi komputer untuk membuat grafik vektor 2 dimensi (penggunaan lambang geometris seperti titik, garis, lengkungan dan poligon untuk merepresentasikan gambar, dikenal dengan pemodelan geometris) diorientasikan untuk pasar pemasaran desktop professional. Telah tersedia untuk Microsoft Windows dan Mac OS X.

    Macromedia FreeHand sangatlah mirip dalam pangsa pasar dan fungsionalitasnya dengan Adobe Illustrator. FreeHand diciptakan oleh Altsys dan dilisensikan ke Aldus, yang mengeluarkan versi 1 sampai dengan 4. Ketika Aldus bergabung dengan Adobe Systems, karena tumpang tindih pangsa pasar dengan Adobe Illustrator, maka Adobe mengembalikan FreeHand ke Altsys segera setelah merger (setelah sejumlah intervensi legal oleh Komisi Dagang Federal). Altsys kemudian dibeli oleh Macromedia, yang mengeluarkan FreeHand 5.0, 5.5 (Khusus Mac), 7, 8, 9, 10 dan 11/MX. Pada tahun 2005 Adobe membeli Macromedia, yang secara tak langsung mengembalikan FreeHand ke Adobe.

    Sebagai sebuah aplikasi yang fleksibel, FreeHand sering digunakan untuk pembuatan sistem layout halaman, pembuatan dan pengeditan grafik vektor untuk printing dan web.

    Versi terbarunya, FreeHand 11, dipasarkan sebagai FreeHand MXa, yang menunjukkan integrasinya dengan garis produk Macromedia MX, yang juga meliputi Macromedia Flash, Macromedia Dreamweaver, dan Macromedia Fireworks, serta masih banyak lagi yang lainnya.

    Secara singkat penjelasan tentang software-software yang bisa digunakan untuk mendesign cover sudah kami jelaskan, jika teman-teman mempunyai informasi tambahan yang bisa melengkapi artikel diatas silakan berkomentar pada kolom komentar dibawah. Akan segera kami tambahkan jika informasi tersebut sangat bermanfaat dalam edisi revisi setelah melalui proses verifikasi.

     

  • Standar Ukuran Cover

    Standar Ukuran Cover

    STANDAR UKURAN COVER

    07

    Pada dasarnya standar ukuran cover buku adalah mengikuti ukuran buku. Dan standar ukuran sebuah buku tergantung dari selera Anda sang pemilik buku, namun berbicara ukuran yang sering digunakan dalam membuat buku berikut adalah standar ukuran buku:

    1. 13 x 19 cm : Standarnya untuk novel dan buku cerita

    2. 14 x 20 cm : Alternatif kedua untuk ukuran novel dan buku-buku non fiksi

    3. 14,8 x 21 cm : Standar buku tulis sekolah, dan alternatif buku-buku ukuran sedang

    4. 15 x 23 cm : Lebih cocok untuk buku biografy

    Untuk ukuran buku dengan spesifikasi diatas biasanya akan memiliki biaya cetak yang sama, karena pada dasarnya ukuran tersebut sama maksimal 15 x 23 cm (tergantung dicetak menggunakan mesin apa) jadi jika Anda memesan dengan ukuran dibawah 15 x 23 cm maka akan disesuaikan dengan ukuran permintaan Anda namun biaya produksi cetak akan sama.

    Ukuran Buku berikutnya:

    5. 17,6 x 25 cm (B5) : standar untuk buku company profile dan majalah

    6. 21 x 29,7 cm (A4) : standar untuk buku-buku pelajaran, skripsi, makalah

    Dua ukuran diatas adalah standar alternatif jika ada yang ingin memiliki ukuran diatas 15 x 23 cm. ukuran B5 dengan 17,6 x 25 cm biasanya digunakan untuk buku-buku khusus seperti portofolio. Ukuran ini cukup unik meski dalam percetakan sering dibilang ukuran nanggung karena akan banyak sekali kertas yang dibuang dan harganya akan sama dengan orang yang mencetak dengan ukuran A4 (21 x 29,7) ukuran ini banyak digunakan untuk buku-buku sekolah tingkat dasar atau buku-buku bergambar dan majalah.

     

    Tips Membuat Cover

    Ketika Anda adalah seorang desainer profesional dalam membuat cover buku, Anda harus perhatikan bahwa sebuah buku memiliki cover Depan, Cover Belakang dan Punggung Buku. Anda harus membuatkan hal ini dalam kesatuan design agar buku terlihat sempurna. Perhatikan studi kasus berikut ini:

    Andi ingin membuat cover untuk buku karya pertamanya dalam ukuran 13 x 19 cm. Dengan ketebalan buku Andi sekitar 150 halaman. Andi mengukurnya bahwa punggung buku Andi berkisar 1 cm. Andi mulai membuat ukuran untuk bukunya dengan software Indesign sbb:

    1. Buat ukuran halaman sbb untuk ukuran width: 13 + 13 +1 = 27 cm. height : 19 cm. Karena Andi menggunakan software Indesign, Andi tinggal mengisi kolom untuk bleed dengan angka 3 mm. Lalu membuat gutter dengan 1 cm untuk punggungnya.

    2. Anda tinggal mendesign untuk cover depan berada pada sebelah kanan, cover belakang pada sebelah kiri dan halaman ditengah itu adalah untuk punggung buku.

    3. Pada dasarnya halaman depan cover berisi judul buku. Gambar ilustrasi seusai selera, nama penulis, logo penerbit dan kata-kata pemanis buku yang menarik untu menjual sebuah buku tersebut

    4. Punggung buku berisi paling atas adalah nama penulis, judul buku dan terakhir adalah logo penerbit dibagian bawah

    5. Untuk halaman belakang rata-rata berisi sinopsis buku atau bisa tentang penulis. Barcode ISBN, Informasi tentang penerbit seperti nama penerbit, alamat dan kontak yang bisa dihubungi serta social media.

    6. Jangan lupa untuk selalu membuat halaman bleed yang akan saya bahas lebih jauh pada artikel dibawah.

    Dan hasilnya adalah sebagai berikut :

     

    Kesalahan Besar Dalam Membuat Cover

    Kebanyakan penulis atau jasa design cover banyak yang melakukan kesalahan dalam membuat cover, yaitu hampir semua materi yang kami terima dari mereka lupa menambahkan bleed (lihat gambar area hitam diluar garis merah). Bleed sangat diperlukan untuk mendapatkan hasil yang sempurna untuk buku Anda. Normal sebuah bleed adalah 3 mm ( 3 mm untuk atas cover, samping kanan, samping kiri dan bagian bawah cover).

    Cover ini diambil dari buku terbitan penerbit dapur buku dengan judul Profit 10% karya Agus Syahroni

     

    Tips membuat Bleed:

    1. Buat ukuran buku misal 13 x 19 cm
    2. Tambahkan Bleed 3 mm (atas, kiri, kanan, bawah). Jika Anda menggunakan software desain seperti Indesign atau ilustrator Anda tinggal mengisikan 3 mm pada kolom bleed yang disediakan.
    3. Jangan lupa area diluar ukuran 13×19 (ukuran jadi buku) atau disebut bleed (3 mm) akan dibuang jadi jangan sampai ada tulisan-tulisan bagian inti buku yang ikut pada area ini.
    4. Biasakan membuat tulisan-tulisan penting untuk tidak terlalu berada dipinggir (lihat gambar) misalnya: nama penulis, logo penerbit, barcode dan info fanpage penerbit buatlah menjauh dengan jarak minimal 5 mm dari ukuran jadi 13 x 19 cm. Jika ditambah bleed berarti menjadi 8 mm.
    5. Mengapa bleed sangat penting?. Karena pada dasarnya manusia tidak ada yang sempurna, kesalahan operator dalam memotong buku Anda sangatlah besar. jadi jika ada kesalahan potong antara 1-3 mm maka buku Anda masih akan selamat mendapatkan tampilan yang sempurna.
  • Standar Kertas Untuk Cover

    Standar Kertas Untuk Cover

    Banyak sekali bahan kertas yang bisa digunakan untuk membuat sebuah cover buku. Mulai dari kertas lokal sampai kualitas import, mulai dari kertas halus, licin sampai bertekstur. Namun jika berbicara standar yang sering digunakan atau mungkin standar yang setiap kali Anda datang kepercetakan, percetakan tersebut akan selalu bilang ada yaitu Art paper dan Art Karton. lebih lengkapnya sbb:

    • Art paper 150 gsm
    • Art paper 190 gsm
    • Art Karton 210 gsm
    • Art Karton 230 gsm
    • Art Karton 260 gsm
    • Art Karton 300 gsm

    Art Paper dan Art Karton adalah dua kertas yang memiliki jenis yang sama yaitu sama-sama mengkilap, yang membedakan hanya dari ketebalan untuk ketebalan antara 150-180 gsm kertas ini disebut Art Paper sedangkan untuk ketebalan dari 210-300 gsm kertas ini akan berganti nama menjadi Art Karton. Mungkin ada ketebalan jenis kertas ini dibawah 150 gsm atau diatas 300 gsm, silakan Anda tanyakan pada toko kertas jika Anda memiliki permintaan khusus.

    Paper jenis Art ini masih dibedakan menjadi 2 macam jika tadi Art tadi mengkilap, maka bagi Anda yang tidak suka dengan kertas mengkilap beralih ke versi lebih redup kertas ini yaitu Matte paper, dengan ketebalan sama seperti penjelasan diatas. Namun sebenarnya untuk sebuah cover perbedaan kedua jenis kertas ini menjadi sangatlah tidak penting apa yang akan Anda gunakan, karena sebuah cover dipastikan harus di laminasi Doft/ Glossy untuk mendapatkan hasil cover yang sempurna.

    Untuk sebuah buku novel normalnya Cover menggunakan kertas Art Karton 230 gsm dan 260 gsm, tergantung permintaan Anda tentunya harganya akan berbeda beberapa rupiah. Kertas dengan tipe Art Paper 150 gsm dan 180 gsm biasanya digunakan untuk Cover sebuah majalah.

    Yang sering menjadi pertanyaan adalah gsm, banyak pelanggan yang bertanya pada saya gsm itu apa? gsm adalah “Gram per Square Meter”. Ini artinya jika ada tulisan 150 gsm, berarti berat kertas tersebut adalah 150 gram per 1 meter persegi. Begitu juga dengan 210 gsm yang beratnya 210 gram per 1 meter persegi, 260 gsm yang beratnya 260 gram per 1 meter persegi. Atau biasanya ada yang menuliskan cukup 150 gr, 210 gr, 260 gr tentu tidak memiliki sebuah arti begitu berbeda.

    Mungkin cuma 2 kertas diatas yang bisa saya bahas untuk standar kertas untuk cover, untuk penggunakan kertas lain Anda bisa berkomentar pada kolom dibawah ini. Atau jika Anda memilii informasi tambahan silakan berkomentar juga, mungkin nanti bisa saya tambahkan pada edisi revisi jika inforamsi Anda sangat bermanfaat.