Menerbitkan Buku Itu Mudah

By | 2 May 2019

Anda senang menulis? Ingin punya buku? Ya, hampir semua penulis berkeinginan bisa menerbitkan buku karyanya sendiri. Siapa sih yang tidak ingin populer? Tetapi ketika berburu penerbit, terkadang memiliki kendala. Mulai dengan lamanya sistem review di penerbit sampai dengan naskah yang kurang sesuai dengan kebutuhan penerbit. Jangan salah, naskah tidak diterbitkan belum tentu tidak layak, tetapi terkadang penerbit memiliki kriteria khusus mengenai naskah yang akan diterbitkan.

Penulis buku terkenal Harry Potter sempat mengalami penolakan di banyak penerbit, padahal anda pun tahu seperti apa kualitas buku Harry potter. Di saat  banyak penulis galau, muncul sistem print on demand (POD), yang kemudian dikenal juga sebagai self publishing. Penulis bisa menerbitkan buku sendiri tanpa melalui penerbit. Tentu saja segala risiko atas isi buku menjadi tanggung jawab penulis sepenuhnya. Lalu, apa saja yang berlu diperhatikan ketika ingin menerbitkan buku?

1. Judul Yang Menarik

Pemilihan judul sangat utama ketika menulis buku. Judul menjadi daya tarik buku untuk dilihat isinya. Bahkan judul yang menarik dapat menggugah rasa ingin tau pembaca untuk mengenal isi buku tersebut. Carilah judul yang singkat padat serta unik. Judul yang panjang terlalu membosankan untuk dibaca sekilas. Rasa ketertarikan seseorang muncul dari tulisan singkat padat. Berikan judul yang tidak banyak ditulis orang. Judul yang memberi kesan sensasi dan provokasi cenderung memiliki daya tarik. Judul dengan menggunakan kata seperti bertanya juga menarik minat orang untuk mencari jawabannya. Judul “mengapa harus ada manusia?” lebih menarik dibandingkan dengan judul “Seluk beluk manusia diciptakan Tuhan”.

2. Sampul Berbicara

Bagaimanakah sampul berbicara tersebut? Di dalam seni menerbitkan buku melalui print on demand, anda harus menentukan sampul buku sendiri. Berbeda dengan ketika menerbitkan buku melalui publisher atau penerbit, pada umumnya pihak penerbit sudah memiliki tim khusus ilustrasi termasuk desain sampul atau cover buku. Seperti ketika menentukan judul, mendesain cover buku juga perlu diperhatikan baik secara konten maupun sisi artistiknya. Tidak perlu full color untuk buku-buku umum.

Terkadang buku yang terlalu berwarna justru tidak membuat pembaca tertarik untuk mencari tahu isi buku. Desain cover novel menggunakan foto aseli dan bukan sekadar ilustrasi kartun saat ini dianggap lebih menarik. Adapun sebaliknya untuk buku ilmiah justru terkadang dianggap lebih menimbulkan rasa ingin tahu untuk membaca dengan ilustrasi sampul berupa grafis atau kartun sederhana. Cover buku tidak perlu terlalu tebal, tetapi dengan menggunakan kertas yang kuat dan memiliki permukaan doff cenderung lebih eksklusif dibandingkan buku dengan sampul glossy. Desain bisa minta tolong pihak print on demand untuk menterjemahkan ke dalam gambar.

3. Menentukan Ukuran Dan Ketebalan Buku

Ketebalan buku dan ukuran buku sangat menentukan daya tarik pembaca terhadap buku tersebut. Jangan kira pembaca, alergi terhadap buku tebal. Terkadang pembaca merasa bangga ketika membaca buku tebal. Nah permainan ukuran sangat menentukan ketebalan buku. Akan lebih menarik sebuah buku berukuran mungil yang tebal dibandingkan buku lebar yang tipis.

Sisi kepraktisan ketika diletakkan pada rak buku juga menjadi pertimbangan ketika membeli buku berukuran besar. Akan tetapi, berbeda untuk buku anak-anak, sebaiknya berukuran besar, penuh warna dan tidak terlalu tebal. Pergunakan kertas isi buku yang relatif tebal supaya tidak mudah kucel dan robek. Pihak print on deman biasanya memiliki aneka pilihan kertas dan ukuran baik luas maupun ketebalannya.

4. Harga

Harga menjadi penentu pembeli buku. Tetapi tentu saja harga harus sesuai dengan ketebalan, ukuran buku dan kualitas isi buku. Harga jangan terlalu mahal ataupun terlalu murah.

Nah mudah bukan menerbitkan buku itu? Sekarang tinggal hubungi percetakan yang menyediakan layanan POD. Selamat berkarya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.