0
Rp0
Mini Cart
  • Empty cart

    No products in the cart.

Berikut Daftar lembaga International yang beri Penilaian negatif ke Indonesia

Dalam beberapa minggu terakhir memang muncul beberapa penilaian negatif dari lembaga internasional terhadap Indonesia. Tidak hanya dari satu lembaga saja. Berikut rangkumannya supaya jelas.


1. Fitch Ratings – Outlook RI jadi negatif

  • Lembaga: Fitch Ratings
  • Status sebelumnya: Stable outlook
  • Status baru: Negative outlook (Maret 2026)

Alasan utama:

  • Ketidakpastian kebijakan ekonomi meningkat.
  • Kekhawatiran pelonggaran aturan fiskal (misalnya batas defisit 3%).
  • Program belanja besar seperti program makan gratis sekolah.
  • Risiko tambahan dari sovereign wealth fund Danantara dan mandat baru bank sentral.

⚠️ Penting:

  • Rating Indonesia masih investment grade BBB.
  • Tapi outlook negatif berarti ada kemungkinan downgrade ke depan.

2. Moody’s – Outlook juga dipotong jadi negatif

  • Lembaga: Moody’s Ratings

Moody’s sebelumnya juga mengubah outlook Indonesia dari stabil menjadi negatif (awal 2026).

Alasan yang disebutkan:

  • Prediktabilitas kebijakan dianggap menurun
  • Risiko fiskal meningkat
  • Ketidakpastian arah kebijakan ekonomi

Ratingnya masih Baa2 (investment grade).


3. MSCI – Peringatan soal pasar saham

  • Lembaga: MSCI

MSCI memberi warning terkait transparansi pasar saham Indonesia dan bahkan muncul diskusi kemungkinan turun status menjadi frontier market jika masalah transparansi tidak diperbaiki.

Dampaknya sempat membuat pasar saham Indonesia bergejolak.


4. Skytrax – Garuda turun dari 5 bintang ke 4

  • Lembaga: Skytrax
  • Perusahaan: Garuda Indonesia

Skytrax menurunkan status Garuda dari 5-Star Airline → 4-Star Airline.

Alasannya:

  • Produk dan fasilitas pesawat dianggap sudah mulai usang
  • Perlu modernisasi kabin dan fasilitas bandara
  • Namun pelayanan staf masih dinilai baik.

5. Dampak umum yang disorot investor global

Beberapa isu yang sering disebut dalam laporan-laporan tersebut:

  1. Ketidakpastian kebijakan ekonomi
  2. Belanja negara besar (program sosial, makan gratis, dll)
  3. Risiko defisit fiskal meningkat
  4. Perubahan aturan keuangan negara
  5. Transparansi pasar dan governance

Akibatnya:

  • Sentimen investor sempat turun
  • IHSG sempat tertekan
  • Rupiah juga sempat melemah.

Kesimpulan

Dalam waktu berdekatan memang ada beberapa sinyal negatif:

  1. Fitch → outlook RI jadi negatif
  2. Moody’s → outlook juga negatif
  3. MSCI → warning soal transparansi pasar
  4. Skytrax → Garuda turun dari 5★ ke 4★

Namun penting dicatat:

  • Rating utang Indonesia masih investment grade.
  • Artinya belum downgrade, baru peringatan risiko.

💡 Kalau kamu mau, aku juga bisa buat daftar lengkap sentimen negatif terhadap Indonesia dalam 2–3 bulan terakhir (termasuk isu Danantara, IHSG drop, capital outflow, dll) supaya kelihatan gambaran besarnya. Itu sebenarnya cukup menarik.

Previous
Kupas Tuntas Tentang KPop Demon Hunters, film animasi Netflix terlaris sepanjang masa

Ari Wibowo M.M., adalah Founder & Entreprenuers yang memiliki keahlian tersertifikasi bidang Enabling E-commerce & Supply Chain Management. Hobby menulis tentang Traveling, dan share pengalaman menarik tentang membangun bisnis percetakan.

Website
You may also like this