Blog

  • Ukuran Kertas yang sering di gunakan di Indonesia

    Ukuran Kertas yang sering di gunakan di Indonesia

    Di Indonesia, umumnya digunakan beberapa ukuran kertas standar yang sering digunakan dalam berbagai keperluan. Berikut adalah daftar beberapa ukuran kertas yang umum di Indonesia:

    1. A4: 210 mm x 297 mm – Ukuran kertas standar yang paling umum digunakan untuk dokumen tulisan, surat, dan percetakan sehari-hari.
    2. A3: 297 mm x 420 mm – Ukuran yang lebih besar dari A4, sering digunakan untuk poster, brosur, dan materi promosi.
    3. A5: 148 mm x 210 mm – Ukuran yang lebih kecil dari A4, sering digunakan untuk buku-buku kecil, pamflet, dan kartu pos.
    4. Legal: 216 mm x 356 mm – Ukuran yang umum digunakan untuk dokumen hukum, seperti kontrak dan perjanjian.
    5. Folio: 216 mm x 330 mm – Ukuran yang sering digunakan untuk dokumen seperti laporan, dokumen bisnis, dan presentasi.
    6. Letter: 8.5 in x 11 in (216 mm x 279 mm) – Ukuran yang umum digunakan di Amerika Serikat dan beberapa negara lainnya untuk dokumen seperti surat, dokumen bisnis, dan laporan.
    7. B5: 176 mm x 250 mm – Ukuran yang lebih besar dari A5, sering digunakan untuk buku, majalah, dan dokumen teknis.
    8. B4: 250 mm x 353 mm – Ukuran yang lebih besar dari B5, sering digunakan untuk buku, majalah, dan dokumen teknis yang lebih besar.
    9. B3: 353 mm x 500 mm – Ukuran yang lebih besar dari B4, sering digunakan untuk poster besar, peta, dan dokumen promosi.

    Itulah beberapa contoh ukuran kertas yang umum digunakan di Indonesia. Perlu diketahui bahwa masih ada banyak ukuran kertas lainnya yang dapat digunakan tergantung pada kebutuhan spesifik.

  • Percetakan buku terbaik di Jakarta

    Percetakan buku terbaik di Jakarta

    Ada beberapa percetakan buku terbaik di Jakarta yang terkenal dengan kualitas dan layanannya. Berikut ini adalah beberapa percetakan buku yang direkomendasikan di Jakarta:

    PT Gramedia Printing: Sebagai bagian dari kelompok perusahaan Kompas Gramedia, PT Gramedia Printing telah lama beroperasi dan memiliki reputasi yang baik dalam mencetak buku berkualitas. Mereka menawarkan berbagai jenis layanan cetak, mulai dari cetak offset hingga digital.

    PT Penerbit Erlangga: Selain sebagai penerbit buku, PT Penerbit Erlangga juga memiliki layanan percetakan yang diakui. Percetakan mereka terkenal dengan cetakan buku pelajaran dan buku-buku nonfiksi. Mereka juga melayani cetak skripsi, tesis, dan disertasi.

    PT Penerbit Bhuana Ilmu Populer: Percetakan ini dikenal dengan cetakan buku-buku populer dan ilmiah. Mereka menawarkan layanan cetak berkualitas dengan berbagai pilihan finishing dan jenis kertas.

    PT Penerbitan Sarana Bobo: Jika Anda mencari percetakan buku anak-anak, PT Penerbitan Sarana Bobo adalah pilihan yang baik. Mereka mengkhususkan diri dalam mencetak buku anak-anak dengan ilustrasi yang menarik dan kualitas cetak yang baik.

    PT Reprography Pratama Printindo: Percetakan ini menawarkan layanan cetak buku dengan kualitas yang baik dan harga yang kompetitif. Mereka dapat mencetak buku dengan jumlah yang lebih kecil, seperti buku-buku pribadi atau cetakan terbatas.

    PT Mitra Kerja Muda dengan brand Print.od percetakan ini menawarkan jasa cetak buku pertama di Indonesia tanpa ada batasan dalam memesan untuk cetak buku hardcover. Selain itu print.od merupakan percetakan online dengan sistem pemesanan terbaik saat ini di Indonesia dengan pengiriman dan pembayaran yang sudah terintegrasi.

      Pastikan untuk melakukan riset lebih lanjut dan membandingkan layanan, harga, dan kualitas cetak sebelum memilih percetakan yang tepat untuk kebutuhan Anda. Selain itu, Anda juga dapat melihat ulasan dan rekomendasi dari orang-orang yang pernah menggunakan jasa percetakan tersebut.

    1. Apa Saja yang harus ada di Wedding Planner

      Apa Saja yang harus ada di Wedding Planner

      Mengadakan pernikahan yang sakral tentu perlu banyak persiapan yang matang dan perencanaan yang benar-benar matang. Berikut adalah beberapa langkah yang perlu Anda pertimbangkan ketika menjadi seorang wedding planner:

      1. Pertemuan dengan Pasangan Pengantin: Mulailah dengan bertemu dengan pasangan pengantin untuk memahami visi mereka tentang pernikahan impian mereka. Diskusikan preferensi mereka mengenai tema, gaya, lokasi, anggaran, dan tanggal pernikahan yang diinginkan.
      2. Tentukan Anggaran: Bantu pasangan pengantin menentukan anggaran pernikahan mereka. Diskusikan dengan mereka tentang alokasi anggaran untuk masing-masing elemen pernikahan, seperti tempat, dekorasi, makanan, fotografi, gaun, dan lainnya.
      3. Pilih Lokasi: Bantu pasangan pengantin dalam memilih lokasi pernikahan yang sesuai dengan gaya dan tema yang mereka inginkan. Jelajahi beberapa tempat pernikahan, baik itu di hotel, gedung pernikahan, taman, atau destinasi khusus, dan bantu mereka dalam proses pemilihan lokasi.
      4. Pilih Vendor: Bekerjasama dengan pasangan pengantin untuk memilih vendor-vendor yang diperlukan, seperti fotografer, videografer, katering, penata rambut dan rias, pemusik, dan florist. Bantu mereka dalam membandingkan harga, melihat portofolio, dan membaca ulasan tentang vendor-vendor tersebut sebelum mengambil keputusan.
      5. Koordinasi Logistik: Bantu pasangan pengantin dalam mengatur logistik pernikahan, termasuk jadwal, transportasi, dan akomodasi bagi tamu yang datang dari luar kota. Pastikan segala sesuatunya terorganisir dengan baik dan tidak ada konflik jadwal di antara vendor-vendor yang terlibat.
      6. Desain dan Dekorasi: Bekerjasama dengan pasangan pengantin dan tim dekorasi untuk merancang tata letak ruang, dekorasi, dan meja pernikahan sesuai dengan tema yang diinginkan. Pastikan setiap detail diperhatikan, mulai dari hiasan meja, bunga, pencahayaan, hingga pembuatan papan tanda dan undangan.
      7. Rencanakan Rangkaian Acara: Bantu dalam merencanakan urutan acara pernikahan, mulai dari upacara, resepsi, hingga tarian khusus atau pertunjukan. Pastikan jadwal acara berjalan lancar dan mengikuti keinginan pasangan pengantin.
      8. Manajemen Hari Pernikahan: Pada hari pernikahan itu sendiri, Anda akan menjadi tangan kanan pasangan pengantin. Koordinasikan semua vendor, pastikan semua detail terpenuhi, dan bantu pasangan pengantin mengatasi setiap kendala yang mungkin timbul.
      9. Koordinasi Pascapernikahan: Setelah pernikahan selesai, bantu pasangan pengantin dalam penyelesaian akhir dengan vendor-vendor, seperti pembayaran sisa, pengembalian barang sewaan, dan memberikan ulasan kepada vendor-vendor yang terlibat.

      Sebagai seorang wedding planner, penting untuk selalu berkomunikasi secara terbuka dengan pasangan pengantin dan memastikan bahwa keinginan dan harapan mereka terpenuhi. Jadilah orang yang dapat diandalkan dan fleksibel dalam menangani perubahan atau tantangan yang mungkin muncul selama proses perencanaan.

    2. Langkah-langkah membuat Photobook

      Langkah-langkah membuat Photobook

      Berikut adalah langkah-langkah umum untuk membuat photobook:

      1. Pilih Tema: Tentukan tema untuk photobook Anda, misalnya liburan, pernikahan, keluarga, atau momen spesial lainnya. Tema ini akan membantu Anda dalam memilih foto-foto yang akan dimasukkan ke dalam photobook.
      2. Pilih Foto-foto: Pilih foto-foto terbaik yang ingin Anda masukkan ke dalam photobook. Pastikan foto-foto tersebut berkualitas baik dan menceritakan cerita yang ingin Anda sampaikan melalui photobook.
      3. Rencanakan Tata Letak: Sebelum Anda mulai membuat photobook, rencanakan tata letak dan urutan foto-foto Anda. Anda dapat membuat daftar atau sketsa kasar untuk membantu Anda mengatur foto-foto dengan cara yang paling menarik dan terorganisir.
      4. Pilih Platform Pembuat Photobook: Ada banyak platform online yang menyediakan layanan pembuatan photobook. Pilihlah platform yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Beberapa platform populer termasuk Shutterfly, Mixbook, Blurb, dan Snapfish.
      5. Pilih Ukuran dan Jenis Photobook: Setelah memilih platform, pilih ukuran dan jenis photobook yang Anda inginkan. Beberapa platform menawarkan berbagai ukuran dan jenis binding, seperti hardcover, softcover, atau spiral.
      6. Unggah Foto: Unggah foto-foto yang telah Anda pilih ke dalam platform pembuat photobook. Pastikan Anda mengikuti petunjuk yang diberikan oleh platform untuk mengunggah foto dengan benar.
      7. Atur Tata Letak: Gunakan fitur tata letak yang disediakan oleh platform untuk mengatur foto-foto Anda. Anda dapat menambahkan teks, clip art, atau latar belakang kustom untuk mempercantik photobook Anda.
      8. Edit dan Sesuaikan Foto: Beberapa platform menyediakan alat penyuntingan foto sederhana. Gunakan alat ini untuk memperbaiki warna, kecerahan, kontras, atau efek lainnya pada foto-foto Anda.
      9. Tambahkan Keterangan dan Narasi: Jika Anda ingin menyertakan keterangan atau narasi di photobook, pastikan untuk menambahkannya pada halaman yang sesuai. Anda dapat menuliskan cerita atau momen spesial yang terkait dengan setiap foto.
      10. Tinjau dan Periksa: Setelah Anda selesai mengatur semua foto dan konten, tinjau photobook Anda dengan seksama. Periksa kesalahan ketik, tata letak yang tidak rapi, atau kesalahan lainnya sebelum melanjutkan ke langkah berikutnya.
      11. Pesan Photobook: Jika Anda puas dengan hasilnya, pesan photobook Anda melalui platform yang Anda pilih. Ikuti proses pembayaran dan pengiriman yang ditawarkan oleh platform tersebut.
      12. Tunggu Pengiriman: Setelah Anda memesan photobook, tunggu pengiriman sesuai dengan estimasi waktu yang diberikan oleh platform. Biasanya membutuhkan beberapa hari hingga beberapa minggu tergantung pada lokasi pengiriman dan jenis layanan yang Anda pilih.

      Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, Anda akan dapat membuat photobook yang indah dan mengabadikan momen-momen spesial dalam bentuk yang dapat Anda nikmati dan bagikan kepada orang lain.

    3. Apa saja yang perlu di persiapkan sebelum mencetak buku?

      Apa saja yang perlu di persiapkan sebelum mencetak buku?

      Sebelum mencetak buku, ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan. Berikut adalah beberapa langkah yang dapat Anda ikuti:

      1. Mempersiapkan naskah: Pastikan naskah buku telah selesai ditulis, diedit, dan tata bahasanya sudah diperiksa dengan seksama. Pastikan naskah telah dalam format yang sesuai untuk mencetak, seperti format Microsoft Word atau PDF.
      2. Desain dan tata letak: Anda perlu merancang desain buku dan menentukan tata letaknya. Ini mencakup pemilihan jenis huruf, ukuran huruf, paragraf, jarak antar baris, dan margin. Jika Anda tidak memiliki keahlian desain, Anda dapat mempertimbangkan untuk menggunakan jasa desainer profesional.
      3. Penyuntingan: Pertimbangkan untuk menggunakan jasa penyunting atau penerbit untuk melakukan penyuntingan lanjutan terhadap naskah. Mereka akan membantu memeriksa kesalahan tata bahasa, ejaan, dan kejelasan isi buku.
      4. Ilustrasi atau gambar: Jika buku Anda membutuhkan ilustrasi, gambar, atau grafik, pastikan untuk mempersiapkan dan menyediakan file-file tersebut dalam format yang sesuai. Jika Anda tidak dapat membuatnya sendiri, Anda dapat mempertimbangkan menggunakan jasa ilustrator atau fotografer profesional.
      5. Cover buku: Desain sampul buku sangat penting untuk menarik minat pembaca. Buatlah desain sampul yang menarik dan sesuai dengan isi buku. Anda dapat menggunakan gambar, judul yang menarik, dan elemen desain lainnya. Sama seperti desain buku, jika Anda tidak memiliki keahlian desain, pertimbangkan untuk menggunakan jasa desainer profesional.
      6. Pemilihan penerbit atau percetakan: Pilihlah penerbit atau percetakan yang tepat untuk mencetak buku Anda. Lakukan riset dan bandingkan pilihan yang tersedia, termasuk biaya, kualitas hasil cetakan, waktu pengerjaan, dan layanan yang ditawarkan. Pastikan untuk mendapatkan beberapa penawaran dari berbagai penerbit atau percetakan sebelum membuat keputusan.
      7. Format dan spesifikasi cetakan: Pastikan Anda mengetahui persyaratan format dan spesifikasi cetakan yang diminta oleh penerbit atau percetakan. Ini meliputi ukuran buku, jenis kertas, jenis dan tata letak cetakan, serta jumlah halaman.
      8. Proses proofreading: Sebelum mencetak buku dalam jumlah besar, lakukan proses proofreading atau pengecekan ulang terhadap naskah dan tata letak cetakan. Periksa kesalahan ejaan, tata bahasa, dan pastikan semua elemen tata letak telah ditempatkan dengan benar.
      9. Pemilihan metode pencetakan: Pilihlah metode pencetakan yang sesuai untuk buku Anda. Beberapa metode pencetakan yang umum meliputi cetak offset untuk jumlah besar dan cetak digital untuk jumlah yang lebih kecil atau cetakan on-demand.
      10. Hak cipta dan ISBN: Jika Anda ingin mempublikasikan buku secara resmi, pertimbangkan untuk mendaftarkan hak cipta dan mendapatkan International Standard Book Number (ISBN). Hal ini akan memberikan perlindungan hukum dan memudahkan dalam proses distribusi dan penjualan buku.

      Setelah semua persiapan di atas telah dilakukan, Anda dapat melanjutkan ke tahap mencetak buku. Penting untuk memastikan bahwa semua elemen telah diperiksa dengan seksama sebelum mencetak, karena kesalahan yang terjadi setelah mencetak bisa menjadi sulit atau mahal untuk diperbaiki.

    4. Yang Perlu diketahui Tentang Cetak Majalah

      Yang Perlu diketahui Tentang Cetak Majalah

      Cetak majalah adalah proses pembuatan dan reproduksi fisik majalah dalam bentuk cetakan kertas. Dalam produksi cetak majalah, desain dan konten majalah yang telah selesai dipersiapkan secara elektronik akan diubah menjadi cetakan fisik yang dapat didistribusikan kepada pembaca.

      Berikut adalah beberapa langkah umum dalam proses cetak majalah:

      1. Pra-produksi: Pada tahap ini, desain dan konten majalah disiapkan dalam format elektronik menggunakan perangkat lunak desain grafis seperti Adobe InDesign. Ini melibatkan penataan halaman, pengaturan teks dan gambar, pemilihan jenis huruf, dan desain keseluruhan majalah.

        Pemilihan kertas dan percetakan: Setelah desain selesai, pemilihan jenis kertas dan percetakan perlu dilakukan. Kertas yang digunakan dapat bervariasi dalam berat, ukuran, dan finishingnya. Percetakan yang dipilih akan mencetak majalah sesuai dengan spesifikasi yang ditentukan.
      2. Proses pencetakan: Pada tahap ini, berkas desain majalah dikirim ke percetakan. Percetakan menggunakan mesin cetak offset atau digital untuk mencetak halaman-halaman majalah. Proses ini melibatkan transfer tinta ke kertas melalui roller dan cetakan.
      3. Pemotongan dan penjilidan: Setelah proses pencetakan selesai, halaman-halaman majalah dipotong sesuai ukuran yang diinginkan. Selanjutnya, halaman-halaman tersebut dijilid untuk membentuk majalah lengkap. Jilid bisa berupa jilid lem, jilid spiral, jilid jepit, atau metode jilid lainnya, tergantung pada preferensi dan tampilan yang diinginkan.
      4. Pengiriman dan distribusi: Setelah majalah selesai dicetak dan dijilid, tahap terakhir adalah pengiriman dan distribusi ke pembaca. Majalah dapat didistribusikan melalui penjualan langsung di toko buku, langganan berlangganan, atau melalui penyebaran di lokasi umum atau acara khusus.

      Proses cetak majalah dapat bervariasi tergantung pada kebutuhan dan preferensi penerbit. Namun, langkah-langkah di atas memberikan gambaran umum tentang proses tersebut.

      Dalam pendapat lain cetak majalah juga dapat diartikan proses produksi fisik majalah yang melibatkan mencetak konten pada kertas dan menghasilkan salinan fisik yang dapat dibaca oleh pembaca. Proses cetak majalah melibatkan beberapa langkah, termasuk perencanaan, desain, penyiapan, pencetakan, pemotongan, penjilidan, dan distribusi.

      Berikut adalah beberapa langkah yang umumnya terlibat dalam proses cetak majalah:

      1. Perencanaan: Tahap ini melibatkan pemilihan topik, penentuan konten, dan penyusunan rencana editorial majalah. Selain itu, perencanaan juga mencakup penentuan ukuran, frekuensi penerbitan, dan target audiens.
      2. Desain: Desain grafis dan tata letak majalah merupakan aspek penting dalam menciptakan tampilan yang menarik dan profesional. Ini melibatkan pemilihan font, pengaturan halaman, pemilihan gambar, dan penggunaan elemen desain lainnya untuk menciptakan identitas visual majalah.
      3. Penyiapan: Pada tahap ini, konten majalah disusun dalam format digital menggunakan perangkat lunak pengolah kata atau program desain grafis. Gambar dan ilustrasi juga dipersiapkan dalam format yang sesuai untuk pencetakan.
      4. Pencetakan: Setelah penyiapan selesai, file desain majalah dikirim ke percetakan untuk dicetak. Proses pencetakan melibatkan pemilihan kertas, tinta, dan metode cetak yang sesuai dengan kebutuhan majalah. Percetakan menggunakan mesin cetak offset atau digital untuk menghasilkan salinan fisik majalah.
      5. Pemotongan dan penjilidan: Setelah dicetak, lembaran majalah dipotong sesuai dengan ukuran yang diinginkan. Kemudian, lembaran tersebut dijilid menjadi majalah lengkap. Jenis penjilidan dapat bervariasi, seperti jilid spiral, jilid jahit, atau jilid lem.
      6. Distribusi: Majalah yang sudah dicetak kemudian didistribusikan kepada pembaca. Distribusi dapat dilakukan melalui langganan, penjualan ritel, atau pemasaran langsung kepada kelompok target tertentu.

      Perlu dicatat bahwa dalam era digital ini, banyak majalah juga tersedia dalam format elektronik atau digital. Majalah digital dapat dibaca melalui aplikasi, situs web, atau platform penerbitan online lainnya.

      Itulah gambaran umum tentang proses cetak majalah. Apakah teman-teman ada pengalaman dalam mencetak majalah jangan lupa tulis di kolom komentar ya.

    5. Sejarah Gunung Agung: Sang Pelopor yang Kini harus Pamit menutup semua gerainya.

      Sejarah Gunung Agung: Sang Pelopor yang Kini harus Pamit menutup semua gerainya.

      PT GA Tiga Belas atau yang lebih kita kenal Toko Gunung Agung membuat pengumuman akan menutup semua gerainya. Toko Gunung Agung merupakan perintis toko buku dan alat tulis di Indonesia. Berdiri sejak tahun 1953 oleh Tjio Wie Tay, Gunung Agung merupakan pengembangan dari bisnis buku bekas yang dijalani tyo atau lebih dikenal dengan masagung yang telah merintis bisnis penjualan buku sejak tahun 1940-an. Gunung Agung sejak pertama kali berdiri memiliki Kantor Pusat yang berlokasi di Jalan Kwitang, tercatat tidak pernah pindah dari sana hingga sekarang.

      Bisnis Gunung Agung mulai berkembang ketika perusahaan ini banyak menyelenggarakan pameran buku. Dengan itulah nama usaha Masagung mulai dikenal dan kemudian dipercayakan banyak tokoh penting sebagai penerbit buku mereka. Seiring dengan semakin besarnya Toko buku Gunung Agung, masagung mulai membuka cabang di Yogyakarta, Medan, Riau, hingga Papua. Bahkan pada 1965 cabang Toko Gunung Agung dibuka pula di Tokyo. Selain itu, bisnis Toko Gunung Agung kemudian juga merambah ke percetakan, penerbitan, distribusi, hingga impor majalah. Pada akhir 1980-an, Masagung menyerahkan kepemimpinan perusahaan kepada anak-anaknya, sampai saat ini.

      Bisnis GA tiga belas Selain memiliki Toko Gunung Agung juga memiliki beberapa nak perusahaan lainnya yatu 4 cabang toko buku dengan merek dagang TGA Bookstore yang berada di Senayan City, Pondok Indah Mall, ANZ Thamrin Nine dan Galaxy Mall. Perbedaan antara Toko Gunung Agung dengan TGA Bookstore adalah dari segi segmen pasar yang dituju: TGA Bookstore lebih membidik pasar kelas menengah ke atas, sehingga barang-barang yang dijual disesuaikan dengan target pasar, khususnya buku-buku impor.

      Perusahaan saat ini memiliki 3 anak perusahaan, yaitu PT Perdana Makmur Agung, yang bergerak di bidang ekspor impor dan distribusi, PT Ayu Masagung, yang bergerak di bidang perdagangan valuta asing dan PT Timpani Agung, yang bergerak di dalam bidang penerbitan.

      Pendiri

      Sejarah Gunung Agung tidak lepas dari sosok pendiri Tjio Wie Tay atau kemudian lebih dikenal dengan Masagung adalah pendiri dari Toko Gunung Agung. (8 September 1927 – 24 September 1990) merupakan anak keempat dari lima bersaudara pasangan Tjio Koan An dan Tjoa Poppi Nio. Ayahnya seorang ahli listrik tamatan Belanda, sedangkan kakeknya seorang pedagang ternama di kawasan Pasar Baru, Bogor.

      Tjio Wie Tay menjadi anak yatim ketika dia masih berusia empat tahun, sejak saat itu kehidupan ekonomi keluarga mereka menjadi sangat sulit. Wie Tay tumbuh sebagai anak nakal yang suka berkelahi. Ia juga punya kebiasaan “suka mencuri” buku-buku pelajaran kakak-kakaknya untuk dijual di pasar Senen guna mendapatkan uang saku. Karena kenakalan ini, ia tidak bisa menyelesaikan sekolah, meski sudah dikirim sampai ke Bogor dan sempat masuk di dua sekolah berbeda.

      Namun justru karena kenakalannya, Wie Tay tumbuh sebagai anak pemberani. Ia tidak takut berkenalan dengan siapa saja, termasuk dengan tentara Jepang yang kala itu mulai masuk ke Banten. Bahkan dari tentara Jepang, ia mendapatkan satu sepeda. Modal keberanian inilah yang kemudian dia bawa masuk ke dalam dunia bisnis, dan tidak bisa dimungkiri, menjadi salah satu senjata andalannya dalam menggerakkan roda bisnisnya.

      Setelah diusir pamannya dari Bogor dan harus kembali ke Jakarta saat berusia 13 tahun, Wie Tay menemukan kenyataan bahwa keadaan ekonomi ibunya belum membaik juga. Tak ada jalan lain baginya kecuali harus mencari uang sendiri. Awalnya, ia kembali ke kebiasaan lama mencuri buku pelajaran kakaknya untuk dijual guna mendapatkan 50 sen. Setelah stok buku pelajaran habis, ia mencoba menjadi “manusia karet di panggung pertunjukkan” senam dan aerobatik, walaupun penghasilannya ternyata tidak seberapa banyak.


      Sejarah Gunung Agung, Awal Mula…

      Wie Tay kemudian banting setir menjadi pedagang rokok keliling. Di sinilah sifat beraninya kembali terlihat. Ia nekat menemui Lie Tay San, seorang saudagar rokok besar kala itu.Dengan modal 50 sen, ia memulai usaha menjual rokok keliling di daerah Senen dan Glodok. Di sini ia mulai rajin menabung, karena sudah merasakan betapa susah mencari uang. Hasil tabungannya kemudian dibelikan sebuah meja sebagai tempat berjualan di daerah Glodok. Karena belum memiliki kios sendiri, meja tersebut dititipkan pada sebuah toko onderdil di Glodok, sampai akhirnya ia mampu membuka kios di Senen.

      Menjadi pedagang rokok keliling membuka mata Wie Tay remaja bahwa ada tempat partai rokok besar selain Lie Tay San, yaitu di Pasar Pagi. Maka, setelah membuka kios dia mulai membeli rokok di Pasar Pagi. Selanjutnya, Wie Tay juga berkenalan dengan The Kie Hoat, yang bekerja di perusahaan rokok Perola, salah satu merek rokok laris kala itu. The Kie Hoat kemudian akrab dengan Wie Tay dan Lie Tay San. Suatu hari, The Kie Hoat ditawari relasinya untuk mencarikan pemasaran.

      Kie Hoat lalu merundingkan dengan kedua sahabatnya tadi. Saat Lie Tay San masih ragu, Wie Tay yang masih sangat belia dalam bisnis itu malah langsung setuju. Ia yakin bisa cepat dijual dan mendatangkan keuntungan besar. Ternyata benar, namun sayangnya The Kie Hoat akhirnya dipecat dari Perola karena dinilai melanggar aturan perusahaan, menjual rokok ke pihak luar yang bukan distributor.

      Ketiga sahabat ini kemudian bergabung dan mendirikan usaha bersama pada tahun 1945 bernama Tay San Kongsie. Di sinilah awal pergulatan serius Wie Tay dalam dunia bisnis. Mereka memang masih menjual rokok, tetapi melebar ke agen bir cap Burung Kenari. Pada saat bersamaan mereka juga mulai serius berbisnis buku. Atas bantuan seorang kerabat, mereka bisa menjual buku-buku berbahasa Belanda yang diimpor dari luar. Buku-buku yang dijual mereka ternyata laku keras. Mereka berjualan di lapangan Kramat Bunder, tidak jauh dari rumah Lie Tay San. Setelah itu mereka membuka toko 3×3 meter persegi, kemudian diperluas menjadi 6×9 meter persegi. Lantaran keuntungan dari penjualan buku sangat besar, mereka lalu memutuskan berhenti berjualan rokok dan berkonsentrasi hanya menjual buku dan alat tulis menulis.

      Tahun 1948, mereka sepakat mengukuhkan bisnis mereka dalam bentuk firma, menjadi Firma Tay San Kongsie. Saham terbesar dimiliki Lie Tay San (40%), The Kie Hoat (27%) dan Wie Tay (33%). Wie Tay ditunjuk memimpin perusahaan ini. Mereka kemudian membuka toko di kawasan Kwitang. Ketika orang-orang Belanda hendak meninggalkan Indonesia, Wie Tay mendatangi rumah orang-orang Belanda tersebut dan meminta buku-buku bekas mereka untuk dijual dengan harga murah.


      Outlet Tersebar

      Sejak pertama berdisi dari kwitang sampai saat in itoko gunung Agung sudah tersebar luas hampir keseluruh Indonesia bahkan sampai Papua. Berikut adalah lokasi-lokasi toko Gunung Agung.

      DKI Jakarta
      Plaza Atrium
      Plaza Blok M
      Kwitang 38
      Kwitang 6
      Arion Mal
      Mal Ciputra
      Mal Sunter
      Universitas Trisakti
      Tamini Square
      Lippo Plaza Kramat Jati

      Bandung
      Cihampelas Walk
      Bandung Indah Plaza

      Depok
      Margo City

      Bogor
      Plaza Jembatan Merah

      Bekasi
      Borobudur Plaza
      Plaza Pondok Gede
      Bekasi Cyber Park

      Cirebon
      Mal Cirebon

      Kota Tangerang
      CBD Ciledug Mall

      Tangerang Selatan
      BSD Plaza
      City Mal

      Semarang
      Mal Ciputra
      Mal Paragon

      Surabaya
      Plaza Surabaya
      Grand City Surabaya

      Denpasar
      Mal Bali Ramayana
      Libi Plaza


      Toko Buku Pertama yang melandai di Bursa Saham

      Awalnya, sejak 1980-an, toko-toko buku Toko Gunung Agung dikelola di bawah PT Toko Gunung Agung Tbk yang didirikan pada tahun 1980, awalnya berbentuk CV bernama Ayumas Jakarta. Nama Toko Gunung Agung kemudian mulai digunakan sebagai nama perusahaan (PT Toko Gunung Agung) pada September 1990.Perusahaan ini kemudian go public di tanggal 6 Januari 1992 dengan mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Jakarta dan Surabaya (sekarang Bursa Efek Indonesia) dengan kode emiten TKGA. Selama bertahun-tahun, Toko Gunung Agung telah menjadi satu-satunya toko buku dan alat tulis di Indonesia yang sudah mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia.

      Belakangan, PT Toko Gunung Agung Tbk diakuisisi oleh PT Permata Prima Energi dalam rights issue senilai Rp 480 miliar di bulan Maret 2013, dan seluruh aset/bisnis toko bukunya (bersama anak usahanya saat itu PT Ayu Masagung, PT Perdana Makmur Agung, PT Timpani Agung, dan PT Panja Indohightech Komputer) dialihkan ke PT GA Tiga Belas yang kemudian menjadi pengelola baru Toko Gunung Agung sampai saat ini. Berbeda dengan PT Toko Gunung Agung Tbk, status PT GA Tiga Belas adalah perusahaan tertutup.

      Pandemi Mempersusah Bisnis

      Bisnis Toko Buku yang semakin tergerus oleh digital membuat Toko Gunung Agung semakin susah untuk bersaing ditambah dengan adanya pandemi COVID-19 membuat Toko Gunung Agung akhirnya terpaksa menutup sejumlah gerai mereka di Bekasi, Bogor, Gresik, Jakarta, Magelang, Semarang, dan Surabaya demi mengatasi kerugian akibat biaya operasional yang “semakin membesar”.

      “Dan tidak sebanding dengan pencapaian penjualan usaha setiap tahunnya, yang mana semakin berat dengan terjadinya wabah pandemi Covid-19 di awal tahun 2020,” jelas mereka.

      Kabar tutup Semua outlet

      Berdasarakan berita yang dirilis di CNBC pada senin, 22/05/2023. Manajemen PT GRA Tiga Belas atau Toko Buku Gunung Agung membuat kabar yang mengejutkan bahwa mereka mengonfirmasi kabar kondisi perusahaan termasuk Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) karyawan. Direksi memutuskan untuk menutup seluruh outlet yang masih tersisa pada tahun ini. Lantas apa alasannya?
      “Penutupan toko/outlet tidak hanya kami lakukan akibat dampak dari pandemi Covid-19 pada tahun 2020 saja, karena kami telah melakukan efisiensi dan efektifitas usaha sejak tahun 2013 untuk berjuang menjaga kelangsungan usaha dan mengatasi kerugian usaha akibat permasalahan beban biaya operasional yang besar,” tulis manajemen

      Rentetan toko buku yang tutup

      Beirta tentang tutupnya toko buku bukannya yang pertama. Toko buku Gunung Agung bukanlah yang pertama dan satu-satunya yang akhirnya harus penutupan gerainya secara permanen dalam beberapa waktu terakhir.

      Di tahun yang sama bulan april yang lalu, Books & Beyond juga memberikan pengumuman akan menutup permanen seluruh cabangnya di Indonesia pada Mei 2023. Namun, mereka akan tetap berjualan secara daring.

      Toko buku favorit berikutnya yaitu Togamas telah lebih dulu menutup operationalnya pada Juli 2022. Salah satu alasannya karena pandemi yang menyebabkan penjualan mereka menurun.

      Jaringan toko buku asal Jepang, Kinokuniya hanya menyisakan satu cabangnya di Grand Indonesia, setelah menutup permanen tokonya di Plaza Senayan pada April 2021.

    6. 10 Kartu Kredit Untuk pemula, Pengajuan Mudah, Instan Approve

      10 Kartu Kredit Untuk pemula, Pengajuan Mudah, Instan Approve

      Apa saja jenis kartu kredit yang mudah approve, proses pengajuan mudah? Kamu bisa pastikan artikel ini baru dan hanya kamu temukan di website ini. Saya akan kupas tuntas trik dan tips dari saya sendiri yang bisa kamu praktekan langsung. Dari pembahasan ini karena untuk pemula tentu semua kartu kredit yang saya bahas adalah kartu kredit dengan limit yang tidak terlalu besar. Jadi bagi Kamu yang menghendaki kartu kredit type kelas atas dengan limit besar silakan skip dan minggir ya.

      Kartu kredit pemula ini sangat cocok buat kamu yang ingin mempunyai kartu kredit untuk pertama kalinya. Saya bahas juga hampir semua proses kartu kredit ini adalah instan Approval jadi kamu nggak perlu galau lagi menunggu lama atau telp berkali-kali ke bank untuk tahu pengajuan kamu disetujui atau tidak.

      Sebelum masuk ketema pembahasan utama, saya juga akan kupas tuntas tentang seluk beluk kartu kredit. Dimana agar bisa menjadi pertimbangan kamu juga kedepan untuk ruginya memiliki kartu kredit. Agar lebih menantang saya bahas dari peringkat akhir baru terakhir peringkat teratas ya. Oh iya di artikel ini saya juga tidak akan membahas syarat-syarat apa saja dalam mengajukan kartu kreditnya karena syarat berubah-rubah dan lebih valid kalau kamu cek langsung ke website banknya saja.

      Kenapa harus memiliki kartu kredit?

      1. Si paling cashless paling mudah pakai kartu kredit
      2. Lebih mudah mengatur keuangan karena adanya rincian tagihan
      3. Hidup lebih hemat dengan banyaknya promo
      4. Mudah dengan Adanya cicilan 0%
      5. Meringankan saat keadaan darurat
      6. Tidak perlu konversi mata uang saat traveling
      7. Bisa Transaksi dimana saja

      Siapa Penerbit Kartu Kredit?

      Pada dasarnya kartu kredit diterbitkan oleh bank baik bank dalam negeri maupun bank International. Namun tahukah kamu bahwa jaringan dibelakang kartu kredit tersebut sebenarnya hanya dikelola oleh setidaknya yang paling terkenal adalah Visa, Mastercard dan JCB. Maka dari itu jangan bingung jika nanti ada bank yang memberikan kamu dua kartu dimana mungkin satunya kartu visa, master card atau JCB. Namun tetap saja jika kamu memiliki dua kartu kredit dari bank yang sama dengan beda jaringan antara visa atau mastercard tetapi limit kamu adalah gabungan jadi satu selama diterbitkan oleh satu bank.

      Aturan Bank Indonesia setiap orang hanya boleh Memiliki maksimal 2 Kartu Kredit

      Kamu wajib tahu bahwa berdasarkan SURAT EDARAN BANK INDONESIA NOMOR 14/17/DASP PERIHAL PERUBAHAN ATAS SURAT EDARAN BANK INDONESIA NOMOR 11/10/DASP PERIHAL PENYELENGGARAAN KEGIATAN ALAT PEMBAYARAN DENGAN MENGGUNAKAN KARTU bahwa bank Indonesia menetapkan setiap pemegang kartu kredit maksimal hanya bisa mendapatkan 2 kartu kredit dari penerbit kartu kredit. Jadi sudah pasti ya yang memiliki banyak kartu kredit itu adalah ilegal… hehe

      Tapi tidak perlu khawatir kamu tidak akan dipenjara karena bank menutup mata, dan kita juga ikut-ikutan saja ya menutup mata. Mungkin hal ini menjadi penting jika nanti kredit kamu mulai jadi kredit macet jadi akan sangat memberatkan buat kamu karena melebihi anjuran dan prosentase kemampuan bayar dari Bank Indonesia.

      Makin banyak Penerbit Kartu Instan Approval, Solusi Anti Galau

      Oke mungkin kebanyakan artikel diluaran sana adalah artikel copy paste yang kebanyakan isinya sama saja. Khusus Artikel anti galau ini saya hanya coba bahas kartu kredit yang memberikan proses approval sangat cepat. Jadi sangat cocok buat kita Gen Z ini yang nggak betah nunggu lama-lama trus di ghosting oleh bank. Instans Approval bahkan sampai kita tinggal berkedip saja pengajuan kartu kredit kita sudah ada jawaban diterima atau tidak. Cukup mudah bukan? Yuk kita mulai triknya.

      10 Kartu Kredit Terbaik untuk pemula!!!

      1. Kartu Kredit BRI Tokopedia
      2. Kartu Kredit Mandiri Shopee
      3. Kartu Kredit CIMB NIAGA OTTOCARD
      4. Kartu Kredit Danamon Grab
      5. Kartu Kredit SINARMAS
      6. Kartu Kredit DBS LIVE FRESH
      7. Kartu Kredit PERMATA SHOPPING CARD PLATINUM
      8. Kartu Kredit MEGA SILVERD CARD
      9. Kartu Kredit BNI LOTTE MART
      10. Kartu Kredit BCA EVERYDAY CARD

    7. Deep Talk seru dengan pasangan yang Wajib Kamu Coba Saat Akhir Pekan

      Deep Talk seru dengan pasangan yang Wajib Kamu Coba Saat Akhir Pekan

      Memahami pasangan tidak hanya dengan memberikan apa yang dia minta atau kita menjadi apa sepeti yang dia minta. Saat ini memahami pasangan lewat komunikasi merupakan suatu hal yang wajib dilakukan oleh pasangan. Dengan melakukan komunikasi secara aktif dengan pasangan, kita dapat merasa terhubung secara emosional. Kita juga bisa menunjukkan perasaan, opini, dan ekspektasi secara jelas kepada pasangan. Berbagai jenis komunikasi bisa dilakukan dengan pasangan, mulai dari perbincangan sederhana hingga pertanyaan mendalam. Salah satu komunikasi yang perlu dilakukan pasangan adalah deep talk.

      Arti Deep Talk

      Deep talk adalah pembicaraan mendalam yang bersifat pribadi. Kamu dan pasangan akan dihadapkan pada pertanyaan-pertanyaan pribadi yang membuka diri, seperti ketakutan terbesar, ambisi, pandangan terhadap isu tertentu, dan sebagainya. Deep talk dengan pasangan akan memperlihatkan pandangan dan kepribadian pasangan yang mungkin belum terlihat.

      Deep talk sangat dengan pillow talk dimana pillow talk cenderung lebih intim dan tidak lebih “menantang” dibandingkan deep talk. Pembicaraan deep talk dengan pasangan dewasa ini sangat penting untuk memahami kepribadian pasangan lebih mendalam sehingga jika ingin diteruskan ke hubungan yang lebih serius kita akan tahu sifat baik dan buruk dari pasangan kita.

      Manfaat DeepTalk

      Deep talk memiliki banyak manfaat. Dengan melakukan deep talk, kamu bisa terhubung secara emosional dengan pasangan. Tidak hanya itu, kamu dan pasangan juga bisa mendapatkan dukungan emosional secara timbal balik serta menemukan sudut pandang baru tentang masalah-masalah tertentu.

      Pentingnya DeepTalk

      Mengapa Deeptalk dianggap penting bagi sebuah hubungan karena Deeptalk mampu membuat Perasaan Jadi Lebih Lega, Menambah Rasa Bahagia, Memperluas Sudut Pandang Tentang Kehidupan,Menjaga Kehangatan Hubungan Asmara.

      Siapa Saja Perlu DeepTalk

      Deep talk bisa dilakukan dengan siapa saja, baik itu pasangan, teman, rekan kerja, atau keluarga. Lawan bicara yang dipilih untuk melakukan deep talk biasanya adalah orang yang benar-benar dipercayai dan nyaman untuk diajak berbicara.

      Contoh 75 Pertanyaan Deep Talk

      Pertanyaan deep talk dengan gebetan atau pacar tidak melulu tentang hubungan berdua tapi tapi juga bisa berkisar di topik keluarga. Pengalaman pribadi sebelum kamu bertemu pacar, atau tentang Etika dan nilai dalam hidup.

      1. Apa yang kamu pikirkan tentang saya ketika kamu pertama kali bertemu saya?
      2. Apakah ada lagu yang membuatmu memikirkanku? Jika demikian, mengapa?
      3. Apa satu hal yang kamu tidak pernah bisa menyerah?
      4. Bagaimana kamu menggambarkan saya kepada teman-teman Anda?
      5. Bagaimana perasaan kamu tentang pekerjaan besok?
      6. Seperti apa impian kamu?
      7. Apa rahasia keluarga yang bahkan tidak dibicarakan oleh keluargamu?
      8. Apakah memikirkan tentang luar angkasa membuat kamu merasa kecil dan takut, atau justru menggairahkan kamu?
      9. Apakah ada teman atau keluarga yang kamu anggap sebagai tanggung jawab utama?
      10. Apa yang awalnya membuatmu tertarik padaku?
      11. Bagaimana kamu tahu kamu jatuh cinta padaku?
      12. Apakah ada sesuatu tentang hubungan kita yang terasa benar-benar unik bagi kamu?
      13. Apa arti pernikahan bagi kamu?
      14. Menurut kamu apakah hubungan kita akan berubah jika kita menikah?
      15. Apa artinya menjadi pasangan yang baik?
      16. Apa bahasa cintamu?
      17. Apa film paling romantis yang pernah kamu tonton?
      18. Apa lagu yang mengingatkanmu tentang hubungan kita?
      19. Apakah kamu percaya pada cinta pada pandangan pertama?
      20. Apakah kamu percaya pada belahan jiwa?
      21. Saat kita berpisah, apa yang paling kamu rindukan dariku?
      22. Apa ingatanmu yang paling berharga tentangku?
      23. Apa yang paling Anda sukai dari kehidupan sehari-hari kita bersama?
      24. Hal apa yang akan kita lakukan 10 tahun dari sekarang? Dua puluh tahun dari sekarang? Di masa pensiun?
      25. Apa yang akan kita lakukan saat pensiun bersama?
      26. Apa hal favoritmu tentang menikah?
      27. Tujuan apa yang harus kita miliki sebagai pasangan?
      28. Untuk apa kita ingin menabung?
      29. Apa hal teraneh yang pernah kamu makan?
      30. Makanan apa yang paling menggambarkan kepribadian Anda?
      31. Teori konspirasi apa yang menurut Anda diam-diam benar?
      32. Bayangkan Anda tiba-tiba bertemu beruang yang bisa berbicara saat berjalan-jalan di hutan. Apa yang dia katakan?
      33. Jika Anda bisa membuat kata untuk menggambarkan hubungan kita, apakah itu?
      34. Apa satu hal yang Anda harap dapat kamu ubah dalam hidup Anda?
      35. Kutipan film terbaik?
      36. Apa pesan terburuk yang tidak sengaja Anda kirim?
      37. Apa hal terburuk yang pernah terjadi padamu saat berada di jalanan?
      38. Apakah kamu jatuh cinta karena bertemu orang yang tepat, atau bertemu di waktu yang tepat?
      39. Menurutmu, pentingkah bagi sebuah pasangan untuk saling membantu?
      40. Kapan kamu tahu waktu yang tepat untuk memberitahu kebenaran ke pasangan?
      41. Apa yang membuat kita sempurna sebagai pasangan?
      42. Bagaimana cara keluargamu dalam mengekspresikan kasih sayang?
      43. Apakah kamu ingin menjadi orang tua? Jika iya, kenapa?
      44. Siapa anggota keluarga yang paling dekat denganmu? Dan kenapa?
      45. Siapa anggota keluarga yang paling kamu benci? Dan kenapa?
      46. Haruskah anak-anak membantu pekerjaan rumah?
      47. Apakah kamu akan merawat orang tuamu di hari tua mereka?
      48. Kata apa yang bisa mendeskripsikan ibumu dan pengaruhnya terhadap hidupmu?
      49. Apakah keluargamu memiliki rahasia?
      50. Apa arti keluarga bagimu?
      51. Apa kenangan yang paling kamu sukai tentang kita?
      52. Apa yang ingin kamu tanyakan kepadaku tapi kamu takut untuk menanyakannya?
      53. Sebutkan 3 kesamaan yang kita miliki.
      54. Pernahkah kamu mengamati cara orang melihat kita di luar?
      55. Sikap apa saja yang menurutmu termasuk toxic dalam sebuah hubungan?
      56. Hal apa dalam diriku yang membuatmu bangga?
      57. Apakah orang tuamu tipe yang membebaskan atau mengekang?
      58. Apa pencapaian tertinggi dalam hidupmu?
      59. Apa kesalahan terburuk yang pernah kamu lakukan?
      60. Risiko terbesar apa yang pernah kamu ambil? Apakah kamu akan melakukannya lagi?
      61. Kalau kamu bisa mengubah satu hal tentang bagaimana kamu dibesarkan, apa yang ingin kamu ubah?
      62. Ceritakan pengalamanmu saat berada di titik tertinggi atau titik terendah hidupmu.
      63. Ceritakan satu pengalaman yang memberikan dampak positif besar dalam hidupmu.
      64. Bagaimana caramu menangani stress?
      65. Bisakah kamu menjalani hidup yang bermakna tanpa keluarga dan teman?
      66. Manakah yang lebih penting: melakukan sesuatu dengan benar, atau melakukan kebenaran?
      67. Apa dasar dari filosofi hidupmu?
      68. Menurutmu, apa tujuanmu hidup di dunia ini?
      69. Pernahkah kamu berubah atau ingin berubah agar diterima oleh orang lain?
      70. Apakah benar manusia memiliki kehendak bebas (free will), atau itu hanyalah hasil dari imajinasi kita?
      71. Bisakah kita hidup bahagia tanpa merasakan kesedihan?
      72. Menurutmu, apa hal terbaik dengan menjadi dirimu sendiri?
      73. Pernahkah kamu menyerah atas sesuatu yang kamu inginkan?
      74. Bagaimana caramu menerima diri sendiri dan orang lain?
      75. Menurut kamu sebaiknya kita child free atau 2 anak saja cukup?

      Nah pertanyaan-pertanyaan diatas cukup banyak ya untuk kamu jadikan bahan referensi deep talk kamu dengan pasangan. Pilih pertanyaan yang menurut kamu bagus dan sesuai dengan kebutuhan kamu berdua dengang pasangan ya. Semoga Sukses!!!

    8. Self Publishing, Alternatif Baru Menerbitkan Buku

      Self Publishing, Alternatif Baru Menerbitkan Buku

      Pernahkah anda mendengar istilah self publishing? Akhir-akhir ini berkembang sistem print on demand di percetakan. Print on demand merupakan cara mencetak buku sesuai dengan kebutuhan atau permintaan. Self publishing memberikan angin segar bagi para penulis untuk bisa menerbitkan buku sendiri. Oleh karena itu, sekarang semakin marak gelora membuat buku sendiri tanpa harus repot mengajukan ke penerbit. Tidak banyak penulis yang memahami tata cara untuk menghubungi penerbit. Dengan berkembangnya self publishing ini, maka semakin banyak buku baru yang terbit. Sulit? Tertu tidak.

      Berikut seluk beluk menerbitkan buku melalui sistem print on demand.

      1. Memiliki Karya

      Tentu saja untuk bisa menerbitkan buku sudah harus memiliki karya sendiri. Karena tanpa adanya seleksi, editor maupun penilik isi buku, maka kandungan buku menjadi sepenuhnya tanggung jawab penulis. Jangan pernah sekali pun menjiplak tulisan milik orang lain meskipun hanya satu alinea. Jika ingin mengutip kalimat penulis lain tanpa perubahan, berikan tanda kutip dan diberikan keterangan isi kutipsn tersebut dari kalimat siapa.

      Plagiator dapat dikenakan hukuman pidana. Oleh karena itu harus berhati-hati dalam membuat tulisan. Kemudian dipilih kalimat-kalimat yang tidak menimbulkan persepsi buruk serta jangan menggunakan kalimat yang berisi pelecehan ataupun buku yang bersifat provokatif dan berpotensi menimbulkan konflik.

      2. Menyiapkan Desain Dan Konsep Sampul

      Buku tak lepas dari sampul buku yang menarik. Meskipun ada istilah “jangan melihat buku dari sampulnya”, tetapi tak ayal sampul masih tetap menjadi sisi paling menarik dari sebuah buku. Bahkan tidak jarang penggemar buku yang hanya melihat sekilas judul dan sampul buku untuk kemudian tertarik membeli buku yang dijual dalam kondisi tersegel rapi. Perlu diingat untuk selalu menuliskan ringkasan isi buku di sampul belakang. Jika, memungkinkan sampul depan ditulis dialog stau kutipan isi paling spektakuler yang tertulis di dalam idi buku.

      Hal ini akan menarik orang untuk mengupas keseluruhan isi buku. Jika anda mampu membuat kreasi sendiri desain sampul, maka tidak perlu repot minta tolong percetakan mendesain. Akan tetapi, bagi anda yang awam terhadap dunia grafis maka percetakan yang menyediakan layanan print on demand biasanya sudah memiliki layanan jasa desain sampul buku. Untuk ilustrasi di dalam isi buku ditekankan menjadi tanggung jawab penulis, kecuali penulis menghendaki dibantu pula ilustrasi dalam buku. Tentu saja ada biaya khusus untuk desain dan ilustrasi.

      3. Menghubungi Percetakan

      Setelah karya disiapkan, langkah berikutnya adalah menghubungi percetakan di mana kita akan membuat buku. Percetakan yang memiliki layanan self publishing cukup banyak tersebar. Anda bisa mencari di mesin pencarian dengan mengetikkan kata kunci print on demand maka akan keluar alamat-alamat percetakan self publishing.

      Biasanya file fikirim dalam bentuk PDF, JPEG, atau Corel. Dapat juga, format Ms. Word, tapi format ini sering berubah tampilannya jika dibuka di komputer yang berbeda. Biaya administrasi biasanya dikenakan di muka, harus disiapkan. Pembayaran dapat secara tunai maupun transfer.

      4. Mengurus ISBN

      Sebagian percetakan print on demand sudah mempunyai layanan pengurusan ISBN, sehingga anda tinggal membayar jasa pengurusannya. Namun sebenarnya ISBN juga dapat diurus secara gratis ke perpustakaan nasional dengan mengikuti persyaratan dan tata cara yang sudah ditetapkan oleh perpustakaan nasional. Sebenarnya ISBN tidak mutlak harus dimiliki penulis buku, nomor tersebut merupakan nomor urut buku di sistem perpustakaan nasional sehingga buku yang memiliki ISBN dapat terdaftar di seluruh jaringan perpustakaan dan mudah untuk dicari koleksinya.