Category: BlackWhite

  • Cara Hemat menekan biaya cetak buku, ini tipsnya

    Cara Hemat menekan biaya cetak buku, ini tipsnya

    Pendahuluan

    Mencetak buku bukan sekadar menyerahkan file ke percetakan. Ada banyak hal yang harus dipersiapkan agar hasil cetak berkualitas, sesuai ekspektasi, dan tidak membuat kantong jebol. Jika tidak direncanakan dengan baik, biaya cetak bisa membengkak dan kualitas pun menurun.

    Pada artikel ini, kita akan membahas apa saja yang harus disiapkan sebelum cetak buku dan cara jemat menekan biaya cetak buku, lengkap dengan tips tambahan agar Anda tidak rugi.

    Mengapa Perlu Persiapan Sebelum Cetak Buku?

    Banyak penulis pemula menganggap mencetak buku itu mudah. Padahal, tanpa persiapan, Anda bisa menghadapi masalah seperti:

    1. Salah cetak naskah, misalnya ada typo atau layout berantakan.
    2. Biaya tambahan untuk revisi desain atau cetak ulang.
    3. Kualitas buruk, misalnya warna pudar, kertas tipis, atau ukuran tidak sesuai.

    Dengan persiapan yang matang, Anda bisa menghemat biaya sekaligus memastikan buku terlihat profesional.

    Hal yang Harus Disiapkan Sebelum Cetak Buku

    1. Naskah Final dan Siap Cetak

    Pastikan naskah sudah melalui editing dan proofreading. Kesalahan sekecil apa pun akan sulit diperbaiki setelah dicetak. Format file juga penting—biasanya percetakan meminta file PDF siap cetak (print-ready) dengan margin dan ukuran sesuai standar.

    2. Desain Sampul dan Tata Letak Isi

    Sampul adalah daya tarik pertama buku Anda. Buat desain yang profesional, gunakan resolusi minimal 300 dpi, dan pastikan warna sesuai mode cetak (CMYK). Untuk isi buku, tata letak harus rapi: pilih font yang nyaman dibaca, atur jarak antarbaris, dan pastikan halaman bernomor.

    3. Pemilihan Ukuran dan Jenis Kertas

    Ukuran standar seperti A5 (14,8 x 21 cm) atau B5 (17,6 x 25 cm) lebih hemat karena sesuai ukuran cetak mesin. Pilihan kertas juga memengaruhi harga:

    Isi buku: HVS 70–80 gram atau Book Paper 55–70 gram.

    Sampul: Art Paper 210–230 gram dengan laminasi doff atau glossy agar awet.

    4. Menentukan Jumlah Cetakan

    Semakin banyak jumlah cetak, semakin murah biaya per eksemplar. Untuk 500 eksemplar ke atas, offset printing lebih ekonomis. Untuk cetakan kecil (misalnya 20–100 eksemplar), gunakan digital printing agar tidak rugi.

    Faktor yang Membuat Cetak Buku Lebih Murah

    1. Teknik Cetak yang Tepat

    Offset lebih murah untuk jumlah besar, sedangkan digital printing cocok untuk jumlah terbatas. Jadi pastikan kebutuhan cetaknya untuk apa. Jika ingin untuk bisnis dan dijual lagi cari pasar dulu agar bisa cetak dalam jumlah banyak dan mendapatkan harga terbaik. Biasanya minimal cetak 1.000 pcs.

    2. Desain Sendiri

    Hindari menggunakan paket All in jika anda ingin mendapatkan harga murah. Jika Anda bisa mendesain sendiri menggunakan software seperti Canva atau Adobe InDesign. Jika terpaksa harus menggunakan jasa ilustrator atau desainer gunakan aplikasi freelancer agar bisa mendapatkan jasa yang murah dan terbaik langsung dengan pelaku yang besangkutan.

    3. Cetak dalam Satu Kali Proses

    • Cetak sekaligus
      Mencetak bertahap justru menambah biaya setup mesin. Lebih baik cetak sekaligus sesuai kebutuhan. Jadi memperkirakan jumlah yang akan dicetak sangat perlu diawal agar anda juga bisa mendapatkan harga terbaik dari percetakan
    • Bandingkan Beberapa Percetakan
      Jangan terburu-buru memilih satu percetakan. Cari tahu harga, kualitas, dan layanan dari beberapa percetakan sebelum memutuskan.
    • Gunakan Bahan Standar
      Kertas custom atau ukuran tidak umum akan membuat biaya cetak membengkak. Jadi untuk awal ada baiknya Anda menanyakan harga cetak standar dengan bahan standar. baru berikutnya bertanya misalnya menggunakan bahan A selisihnya berapa.

    Tips Tambahan Agar Biaya Cetak Semakin Murah

    1. Manfaatkan Promo Percetakan

    Banyak percetakan memberikan diskon di momen tertentu, misalnya akhir tahun atau hari besar.

    2. Cetak Bareng dengan Penulis Lain

    Gabung ke komunitas penulis atau penerbit indie untuk cetak bersama agar biaya per buku lebih murah.

    3. Gunakan ISBN Gratis

    Jika Anda hanya butuh legalitas, gunakan ISBN gratis dari Perpusnas agar tidak perlu bayar penerbitan besar. Namun perpusnas tidak menjual langsung ke penerbit. Pelu gunakan jasa terbit isbn saja dari penerbit indie

    Kesimpulan

    Mencetak buku yang berkualitas tidak harus mahal. Dengan persiapan yang matang—mulai dari naskah final, desain profesional, pemilihan kertas, hingga menentukan jumlah cetakan—Anda bisa menekan biaya produksi. Ditambah tips hemat seperti memanfaatkan promo, cetak bareng, dan memilih bahan standar, buku impian Anda bisa tercetak tanpa menguras anggaran.

  • Apa saja yang perlu di persiapkan sebelum mencetak buku?

    Apa saja yang perlu di persiapkan sebelum mencetak buku?

    Sebelum mencetak buku, ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan. Berikut adalah beberapa langkah yang dapat Anda ikuti:

    1. Mempersiapkan naskah: Pastikan naskah buku telah selesai ditulis, diedit, dan tata bahasanya sudah diperiksa dengan seksama. Pastikan naskah telah dalam format yang sesuai untuk mencetak, seperti format Microsoft Word atau PDF.
    2. Desain dan tata letak: Anda perlu merancang desain buku dan menentukan tata letaknya. Ini mencakup pemilihan jenis huruf, ukuran huruf, paragraf, jarak antar baris, dan margin. Jika Anda tidak memiliki keahlian desain, Anda dapat mempertimbangkan untuk menggunakan jasa desainer profesional.
    3. Penyuntingan: Pertimbangkan untuk menggunakan jasa penyunting atau penerbit untuk melakukan penyuntingan lanjutan terhadap naskah. Mereka akan membantu memeriksa kesalahan tata bahasa, ejaan, dan kejelasan isi buku.
    4. Ilustrasi atau gambar: Jika buku Anda membutuhkan ilustrasi, gambar, atau grafik, pastikan untuk mempersiapkan dan menyediakan file-file tersebut dalam format yang sesuai. Jika Anda tidak dapat membuatnya sendiri, Anda dapat mempertimbangkan menggunakan jasa ilustrator atau fotografer profesional.
    5. Cover buku: Desain sampul buku sangat penting untuk menarik minat pembaca. Buatlah desain sampul yang menarik dan sesuai dengan isi buku. Anda dapat menggunakan gambar, judul yang menarik, dan elemen desain lainnya. Sama seperti desain buku, jika Anda tidak memiliki keahlian desain, pertimbangkan untuk menggunakan jasa desainer profesional.
    6. Pemilihan penerbit atau percetakan: Pilihlah penerbit atau percetakan yang tepat untuk mencetak buku Anda. Lakukan riset dan bandingkan pilihan yang tersedia, termasuk biaya, kualitas hasil cetakan, waktu pengerjaan, dan layanan yang ditawarkan. Pastikan untuk mendapatkan beberapa penawaran dari berbagai penerbit atau percetakan sebelum membuat keputusan.
    7. Format dan spesifikasi cetakan: Pastikan Anda mengetahui persyaratan format dan spesifikasi cetakan yang diminta oleh penerbit atau percetakan. Ini meliputi ukuran buku, jenis kertas, jenis dan tata letak cetakan, serta jumlah halaman.
    8. Proses proofreading: Sebelum mencetak buku dalam jumlah besar, lakukan proses proofreading atau pengecekan ulang terhadap naskah dan tata letak cetakan. Periksa kesalahan ejaan, tata bahasa, dan pastikan semua elemen tata letak telah ditempatkan dengan benar.
    9. Pemilihan metode pencetakan: Pilihlah metode pencetakan yang sesuai untuk buku Anda. Beberapa metode pencetakan yang umum meliputi cetak offset untuk jumlah besar dan cetak digital untuk jumlah yang lebih kecil atau cetakan on-demand.
    10. Hak cipta dan ISBN: Jika Anda ingin mempublikasikan buku secara resmi, pertimbangkan untuk mendaftarkan hak cipta dan mendapatkan International Standard Book Number (ISBN). Hal ini akan memberikan perlindungan hukum dan memudahkan dalam proses distribusi dan penjualan buku.

    Setelah semua persiapan di atas telah dilakukan, Anda dapat melanjutkan ke tahap mencetak buku. Penting untuk memastikan bahwa semua elemen telah diperiksa dengan seksama sebelum mencetak, karena kesalahan yang terjadi setelah mencetak bisa menjadi sulit atau mahal untuk diperbaiki.

  • Self Publishing, Alternatif Baru Menerbitkan Buku

    Self Publishing, Alternatif Baru Menerbitkan Buku

    Pernahkah anda mendengar istilah self publishing? Akhir-akhir ini berkembang sistem print on demand di percetakan. Print on demand merupakan cara mencetak buku sesuai dengan kebutuhan atau permintaan. Self publishing memberikan angin segar bagi para penulis untuk bisa menerbitkan buku sendiri. Oleh karena itu, sekarang semakin marak gelora membuat buku sendiri tanpa harus repot mengajukan ke penerbit. Tidak banyak penulis yang memahami tata cara untuk menghubungi penerbit. Dengan berkembangnya self publishing ini, maka semakin banyak buku baru yang terbit. Sulit? Tertu tidak.

    Berikut seluk beluk menerbitkan buku melalui sistem print on demand.

    1. Memiliki Karya

    Tentu saja untuk bisa menerbitkan buku sudah harus memiliki karya sendiri. Karena tanpa adanya seleksi, editor maupun penilik isi buku, maka kandungan buku menjadi sepenuhnya tanggung jawab penulis. Jangan pernah sekali pun menjiplak tulisan milik orang lain meskipun hanya satu alinea. Jika ingin mengutip kalimat penulis lain tanpa perubahan, berikan tanda kutip dan diberikan keterangan isi kutipsn tersebut dari kalimat siapa.

    Plagiator dapat dikenakan hukuman pidana. Oleh karena itu harus berhati-hati dalam membuat tulisan. Kemudian dipilih kalimat-kalimat yang tidak menimbulkan persepsi buruk serta jangan menggunakan kalimat yang berisi pelecehan ataupun buku yang bersifat provokatif dan berpotensi menimbulkan konflik.

    2. Menyiapkan Desain Dan Konsep Sampul

    Buku tak lepas dari sampul buku yang menarik. Meskipun ada istilah “jangan melihat buku dari sampulnya”, tetapi tak ayal sampul masih tetap menjadi sisi paling menarik dari sebuah buku. Bahkan tidak jarang penggemar buku yang hanya melihat sekilas judul dan sampul buku untuk kemudian tertarik membeli buku yang dijual dalam kondisi tersegel rapi. Perlu diingat untuk selalu menuliskan ringkasan isi buku di sampul belakang. Jika, memungkinkan sampul depan ditulis dialog stau kutipan isi paling spektakuler yang tertulis di dalam idi buku.

    Hal ini akan menarik orang untuk mengupas keseluruhan isi buku. Jika anda mampu membuat kreasi sendiri desain sampul, maka tidak perlu repot minta tolong percetakan mendesain. Akan tetapi, bagi anda yang awam terhadap dunia grafis maka percetakan yang menyediakan layanan print on demand biasanya sudah memiliki layanan jasa desain sampul buku. Untuk ilustrasi di dalam isi buku ditekankan menjadi tanggung jawab penulis, kecuali penulis menghendaki dibantu pula ilustrasi dalam buku. Tentu saja ada biaya khusus untuk desain dan ilustrasi.

    3. Menghubungi Percetakan

    Setelah karya disiapkan, langkah berikutnya adalah menghubungi percetakan di mana kita akan membuat buku. Percetakan yang memiliki layanan self publishing cukup banyak tersebar. Anda bisa mencari di mesin pencarian dengan mengetikkan kata kunci print on demand maka akan keluar alamat-alamat percetakan self publishing.

    Biasanya file fikirim dalam bentuk PDF, JPEG, atau Corel. Dapat juga, format Ms. Word, tapi format ini sering berubah tampilannya jika dibuka di komputer yang berbeda. Biaya administrasi biasanya dikenakan di muka, harus disiapkan. Pembayaran dapat secara tunai maupun transfer.

    4. Mengurus ISBN

    Sebagian percetakan print on demand sudah mempunyai layanan pengurusan ISBN, sehingga anda tinggal membayar jasa pengurusannya. Namun sebenarnya ISBN juga dapat diurus secara gratis ke perpustakaan nasional dengan mengikuti persyaratan dan tata cara yang sudah ditetapkan oleh perpustakaan nasional. Sebenarnya ISBN tidak mutlak harus dimiliki penulis buku, nomor tersebut merupakan nomor urut buku di sistem perpustakaan nasional sehingga buku yang memiliki ISBN dapat terdaftar di seluruh jaringan perpustakaan dan mudah untuk dicari koleksinya.

  • Para Penulis Buku Indie Yang Sukses

    Para Penulis Buku Indie Yang Sukses

    Era digital memberikan banyak kemudahan bagi kita. Termasuk juga para penulis, diuntungkan dari berkembang pesatnya dunia teknologi informatika. Jika di era sebelumnya untuk bisa meluncurkan karya tulis berupa buku harus melalui penerbit dengan segala birokrasi di dalamnya yang terkadang tidak mudah ditembus para penulis. Dengan meningkatnya sistem teknologi digital, anda bisa secara indie menerbitkan buku. Tak sedikit penulis yang sukses melalui karyanya yang diterbitkan dengan sistem mandiri atau seting dikenal dengan istilah self publishing dengan sistem cetak buku print on demand.

    Berikut beberapa penulis buku indie yang sudah menghasilkan jutaan kopi karya yang terjual manis di pasaran.

    1. Karen McQuestion

    Karen McQuestion merupakan seorang penulis berkebangsaan Amerika Serikat yang sudah lama menekuni dunia penulisan. Akan tetapi naas baginya ketika mencoba menyodorkan tulisan ke penerbit, selalu tersendat. Bahkan selama hampir 10 tahun wanita yang mulai sukses meluncurkan karya tulis indie di usia 49 tahun tersebut datang dari penerbit ke penerbit dengan hasil yang nihil.

    Dengan semangat yang tak pernah pupus untuk menghasilkan karya, wanita ini bertekad bulat mempublikasikan karyanya secara indie tanpa melalui jasa penerbit mana pun. Sebuah buku berjudul “A Scaterred Life” yang menceritakan mengenai persahabatan tiga orang wanita yang tinggal di kota mungil Wisconsin. Tak terduga setelah satu tahun karyanya diluncurkan, buku Karen terjual hingga 36.000 copy. Bahkan buku tersebut oleh seorang produse film di Holywood dipilih untuk diangkat ke layar lebar.

    2. John Locke

    Anda mungkin tidak asing mendengar nama John Locke. Ya, pria yang gemar menulis novel ini ternyata sebelumnya merupakan seorang agen asuransi dunia yang cukup terkenal. Akan tetapi, hobi menulisnya tak menyurutkan keinginan untuk berkarya dalam bentuk novel. Akhirnya dengan tekad baja, John locke mencoba menelurkan karya novel dan laris terjual hingga di atas satu juta copy dan tidak butuh waktu di atas satu tahun, cukup spektakular, karyanya laris manis bak kacang goreng hanya dalam waktu 5 bulan saja.

    3. Dee Lestari

    Siapa tidak mengenal Dee Lestari atau Dewi Lestari yang debut awalnya adalah seorang penyanyi yang tergabung dalam kelompok RSD atau Rida Sita Dewi. Dee pada awalnya menerbitkan karya indie. Karya, perdananya, Supernova secara spektakuler terjual dalam 7 ribu eksemplar hanya dalam hitungan 14 hari. Supernova menjadi lonjakan awal dee sebagai penulis. Disusul oleh karya Dee lainnya, seperti Akar (2002), buku berjudul Petir (2004), dan yang termasuk baru adalah Intelijensi Embun Pagi yang terbit pada tahun 2016.

    Karya Dee yang cenderung bersifat surealis selalu laris dan diburu pecinta buku. Saat ini Dee lebih dikenal sebagai seorang penulis dibandingkan musisi. Hal ini membuktikan bahwa penulis buku indie dapat menjadi tersohor atas karya tulisnya.

    4. Faisal Oddang

    Bagi pecinta karya sastra khususnya puisi dan prosa, nama Faisal Oddang tentu tak asing bagi anda. Penulis berusia sangat muda kelahiran tahun 1993 ini sangat berbakat di bidang karya puisi dan prosa. Karya bukunya berupa antologi puisi dan prosa sudah diterbitkan secara indie dan laris manis di pasaran. Pria muda ini sempat menjafi penulis ceroen terbaik sebuah media massa cetak ternama di nasional pada tahun 2014 dan mengalahkan para penulis senior yang sudah cukup populer bahkan disebut maestro. Tentu kemampuan menulisnya tak perlu diragukan lagi dan para penulis buku indie dapat mengikuti jejaknya.

    5. Dewa Eka Prayoga

    Satu lagi penulis buku indie berkebangsaan Indonesia yang sukses melalui karya bukunya, yaitu Dewa Eka Prayoga. Pria kelahiran tahun 1991 ini berhasil mencetak buku tentang dahsyatnya meraih finansial berjudul “Melawan kemustahilan” yang berhasil terjual hingga 20.000 eksemplar dalam waktu yang nyaris tidak masuk akal, yaitu terjual sebelum buku diluncurkan atau pada saat buku dalam proses dicetak. Pria ahli penjualan ini memang dahsyat dalam menjual bukunya. Sehingga tak heran buku tentang cara ajaib berjualan pun semakin diburu meskipun harganya mahal.

  • Standar Cover Buku

    Standar Cover Buku

    Cover menentukan penilain tentang buku Anda. Bicara soal Cover Buku, ada pepatah andalan yang mengatakan, “Don’t judge the book by its cover.” Ini sebenarnya tidak dimaksudkan untuk buku, tapi mengarah pada sikap mental untuk tidak menilai orang dari penampilannya. Tetapi tidak bisa dipungkiri bahwa masih banyak sekali orang yang membeli buku karena tertarik dengan tampilan Cover Bukunya. Oleh karena itu Cover Buku atau sampul buku, menjadi andalan utama penulis atau penerbit dalam mempertaruhkan laku tidaknya sebuah buku.

    cover

    Sebuah buku dikatakan memiliki cover apabila memenuhi beberapa kriteria satandar yaitu ada:

    1. Halaman Depan Cover (Gambar, Judul Buku, Penulis, Nama Penerbit, Testimoni dan beberapa ulasan singkat yang menambah nilai jual buku)

    2. Punggung Cover (Judul Buku, Penulis, Logo penerbit)

    3. Halaman Belakang Cover (Sinopsis, Barcode ISBN, Kontak penulis dan atau kontak penerbit serta beberapa informasi tambahan yang menarik untuk menambah nilai jual buku)

    Untitled-1
    Contoh cover diambil dari buku Sekuler Loe Gue End milik penerbit dapur buku

    Contoh cover buku diatas menggambarkan standar Cover Buku yang harus Anda pahami. Selain memiliki halaman depan, punggung buku (tidak perlu jika menggunakan Jilid Kawat) dan halaman belakang. Cover buku harus memenuhi beberapa standar yaitu memiliki bleed dan ukuran punggung yang sesuai dengan isi buku.

    Tentang bleed sendiri adalah kelebihan desian cover 3 mm dari garis potong, untuk menghindari apabila tukang potong salah memotong sehingga Cover Buku Anda tidak menjadi putih di bagian pinggirnya. Sedangkan punggung buku agar ketebalan sesuai Anda bisa mencoba mengukur punggung buku lain yang Anda punya dengan menggunakan penggaris dan sesuaikan jumlah halaman dengan buku Anda yang ingin dibuatkan punggunya.

    Cover Buku sendiri memiliki tema yang sangat bermacam-macam, tentu tergantung dari isi bukunya. Tapi tahukah Anda bahwa cover Buku yang bagus adalah Cover Buku yang bisa menggambarkan keseluruhan dari isi buku tersebut.

    Dan berikut beberapa contoh cover buku yang sangat menarik untuk disimak.

    1. Cover Tema White

    Cover Buku 1

    2. Cover Tema Pond (Potong)

    Cover Buku 2

    3. Cover Tema Bentuk

    cover buku 3

    4. Cover Tema Collorfull

    cover buku collorfull

    Anda memerlukan jasa desain cover buku seperti diatas, hubungi kami segera. Harga mulai Rp 550,000 – Rp 350,000

    Contoh desain cover silakan kunjungi www.bukuqu.com lihat buku-buku dengan label print on demand untuk buku-buku dari Print on demand.

    Hubungi Print On Demand
    email : cs@rafikatama.com
    Telp : 021-5369-0884
    SMS : 085 888 175 200