Banner biasanya dilihat orang hanya dalam hitungan detik, baik saat melintas di jalan maupun saat berjalan di area event. Karena waktu baca yang singkat ini, memilih informasi utama untuk banner menjadi langkah penting sebelum masuk ke tahap desain. Artikel ini membahas cara menentukan pesan prioritas pada banner agar tetap jelas dan mudah dipahami.
Kenali Dulu Tujuan Banner Sebelum Menentukan Isi
Sebelum menulis satu kalimat pun, tanyakan dulu apa tujuan utama banner tersebut. Apakah untuk mengumumkan promo, mengarahkan orang ke lokasi tertentu, atau sekadar memperkenalkan nama acara? Tujuan yang berbeda akan menghasilkan prioritas informasi yang berbeda pula.
Misalnya, banner untuk pembukaan toko baru biasanya memprioritaskan nama toko dan tanggal buka, sementara banner untuk event tertentu lebih fokus pada nama acara, tanggal, dan lokasi. Jika tujuan belum jelas, risiko banner menjadi terlalu padat dengan informasi yang sebenarnya tidak terlalu penting akan lebih besar.
Susun Hierarki: Mana yang Harus Dibaca Pertama
Setelah tujuan ditetapkan, langkah berikutnya adalah menyusun hierarki informasi. Pikirkan urutan logis yang ingin dibaca orang pertama kali, kedua, dan seterusnya. Umumnya urutan ini terdiri dari:
- Judul atau pesan utama (satu kalimat singkat yang paling ingin diingat orang)
- Informasi pendukung seperti tanggal, waktu, atau lokasi
- Detail tambahan seperti kontak, syarat, atau catatan kecil
Hierarki ini sebaiknya langsung tercermin dari ukuran huruf. Pesan utama ditulis dengan ukuran paling besar, sementara detail tambahan ditulis lebih kecil di bagian bawah atau sudut banner.
Pisahkan Informasi Wajib dan Informasi Pelengkap
Tidak semua informasi yang ingin disampaikan harus muncul di banner. Pisahkan dulu mana yang benar-benar wajib dibaca orang dari jarak jauh, dan mana yang sifatnya pelengkap yang bisa dicari sendiri oleh pembaca, misalnya melalui media sosial atau brosur terpisah. Pendekatan ini membantu menjaga banner tetap ringkas.
Batasi Jumlah Pesan agar Banner Tidak Penuh
Banner yang berhasil biasanya hanya membawa satu pesan utama, bukan beberapa pesan sekaligus. Jika ada banyak hal yang ingin disampaikan, pertimbangkan untuk membuat beberapa banner terpisah dengan fokus masing-masing, daripada memaksakan semuanya dalam satu desain.
Sebagai panduan praktis, coba batasi jumlah elemen teks utama menjadi tiga sampai lima baris saja. Jika sudah lebih dari itu, evaluasi kembali apakah semua informasi tersebut benar-benar perlu tampil di banner atau bisa dipindahkan ke media lain.
Pertimbangkan Jarak Baca dan Ukuran Banner
Pemilihan informasi utama juga perlu mempertimbangkan dari jarak berapa banner akan dibaca. Banner yang dipasang di pinggir jalan raya tentu memerlukan pesan yang lebih singkat dan huruf yang lebih besar dibandingkan banner yang dipasang di depan pintu masuk sebuah acara, karena jarak pandang pembaca berbeda.
Semakin jauh jarak baca, semakin sedikit kata yang sebaiknya digunakan. Cukup sampaikan satu pesan inti yang bisa ditangkap dalam waktu singkat, lalu letakkan detail lain di bagian yang hanya terbaca saat orang sudah mendekat.
Contoh Simulasi Pemilihan Informasi Utama
Sebagai ilustrasi, berikut contoh simulasi atau fiktif, bukan kasus nyata dari pelanggan tertentu. Misalkan sebuah toko kue rumahan ingin membuat banner untuk promo bulanan. Informasi yang tersedia cukup banyak: nama toko, jenis promo, tanggal berlaku, syarat minimal pembelian, nomor kontak, dan alamat media sosial.
Dalam simulasi ini, tim desain bisa menyusun prioritas sebagai berikut: nama toko dan jenis promo menjadi pesan utama dengan huruf paling besar, tanggal berlaku ditulis lebih kecil di bawahnya, sementara syarat minimal pembelian dan kontak diletakkan di bagian paling bawah dengan ukuran huruf terkecil. Alamat media sosial bisa dipertimbangkan untuk dihilangkan jika banner sudah terasa padat, karena informasi tersebut bisa dicari sendiri oleh pelanggan yang tertarik.
Hindari Kesalahan Umum saat Menentukan Isi Banner
Selain memilih informasi utama, penting juga menghindari kesalahan tata letak yang sering terjadi, seperti menumpuk terlalu banyak elemen dalam satu area atau menggunakan ukuran huruf yang seragam untuk semua informasi. Pembahasan lebih lengkap mengenai hal ini bisa dilihat pada artikel Kesalahan Tata Letak yang Perlu Dihindari pada Banner.
Setelah informasi utama dan hierarkinya ditentukan, langkah selanjutnya adalah menyiapkan file desain dengan benar agar hasil cetak tetap maksimal. Panduan praktisnya dapat dibaca pada artikel Panduan Menyiapkan File Desain untuk Banner agar Hasil Cetak Maksimal.
Jika sebelumnya pernah membahas pemilihan informasi utama untuk media cetak lain, pendekatan dasarnya cukup mirip meski detailnya berbeda. Perbandingan ini bisa dilihat pada artikel Cara Memilih Informasi Utama untuk Poster agar Pesan Tersampaikan.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Berapa jumlah kata ideal untuk banner?
Tidak ada angka pasti yang berlaku untuk semua situasi, tetapi secara umum semakin sedikit kata yang digunakan, semakin mudah pesan tersebut dibaca dalam waktu singkat. Fokuskan pada satu pesan utama dan beberapa informasi pendukung saja.
Apakah semua informasi promo harus dicantumkan di banner?
Tidak harus. Informasi yang sifatnya detail, seperti syarat dan ketentuan lengkap, bisa dialihkan ke media lain seperti brosur atau media sosial, sementara banner cukup menampilkan inti pesan yang ingin segera ditangkap orang.
Bagaimana menentukan ukuran huruf untuk pesan utama?
Ukuran huruf sebaiknya disesuaikan dengan jarak baca yang diperkirakan. Semakin jauh jarak pandang pembaca dari banner, semakin besar ukuran huruf yang diperlukan agar pesan utama tetap terbaca jelas.
Apakah urutan informasi di banner memengaruhi cara orang membacanya?
Ya, urutan dan ukuran elemen teks membantu mengarahkan pandangan pembaca. Informasi yang ingin dibaca pertama sebaiknya ditempatkan dengan ukuran paling besar dan posisi yang paling mudah terlihat.
Apa yang sebaiknya dilakukan jika informasi yang ingin disampaikan terlalu banyak?
Pertimbangkan untuk membuat beberapa banner dengan fokus pesan yang berbeda, daripada memaksakan semua informasi dalam satu desain yang akhirnya terlihat penuh dan sulit dibaca.
Memilih informasi utama untuk banner memang memerlukan latihan dan evaluasi berulang. Jika membutuhkan referensi lebih lanjut seputar persiapan desain cetak, silakan jelajahi halaman produk dan artikel terkait lainnya di printondemand.co.id.